3 hal Membangun Bisnis di Masa Resesi

Genbisnis – Cukup banyak masyarakat yang membuka bisnis kecil selama pandemi, bahkan angka umkm diperkirakan meningkat selama pandemi. hal ini dikarenakan cukup banyak pekerja terdampak pandemi yang kemudian memutuskan untuk membuka bisnis. Namun, adanya berita Indonesia secara resmi memasuki resesi sepertinya cukup membuat sebagian masyarakat khawatir untuk membuka bisnis.

Sobat Bisnis perlu melihat sesuatu secara berbeda. Justru di masa resesi ini, ada peluang untuk Sobat Bisnis membangun bisnis. Bahkan hambatannya bisa lebih rendah ketimbang dalam kondisi normal. Saat kebanyakan perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya, Sobat Bisnis bisa mengakses talenta-talenta mumpuni yang mungkin lowong atau tengah mencari kesempatan baru.

Selama krisis keuangan tahun 2008, perusahaan rintisan bernilai miliaran dolar seperti Uber, Airbnb, dan banyak lainnya justru didirikan. Sebagian perusahaan itu sebagai respons terhadap dinamika pasar yang berubah.

Sedangkan di masa normal, menurut Kauffman Foundation, antara tahun 1978 – 2012, jumlah perusahaan baru menurun hampir 44 persen. Mengutip Entrepreneur, Selasa (6/10/2020), ini 3 hal yang bisa Sobat Bisnis dapatkan jika membangun bisnis di masa-masa menjelang resesi saat ini.

1. Akses luas ke SDM multitalenta

Selama periode booming, banyak teknisi, desainer produk, dan orang berbakat lainnya diperebutkan perusahaan. Perekrutan mereka bisa sangat menantang, tergantung dari benefit perusahaan yang mereka dapatkan. Tidak hanya bakatnya yang langka di pasaran, tetapi SDM yang terbaik seringkali meminta bayaran yang super tinggi.

Baca Juga :  Pemerintah Bakal Cabut Kebijakan Bebas Visa untuk Jepang, Korea, Italia, dan Iran

Sedangkan sekarang, banyak perusahaan mapan bahkan startup memberhentikan talentanya karena permintaan pasar yang menurun. Karena dinamikanya sangat kompleks, banyak perusahaan yang memotong gaji talentanya. Kesempatan ini memberikanmu peluang untuk merekrut mereka.

Bagi Sobat Bisnis yang merupakan wirausaha pemula, kemampuan mereka sangat penting untuk pertumbuhan tahap awal perusahaan. Sobat Bisnis juga dapat mengandalkan skema kompensasi alternatif seperti saham untuk memikat calon karyawan. Sebab kompensasi tunai dan bonus menjadi lebih langka saat ini.

2. Saatnya negosiasi biaya tetap

Wirausahawan sering kali dihadapkan pada biaya awal yang tinggi sebelum bisnisnya menghasilkan pendapatan pertama. Di masa pandemi, mungkin waktu yang tepat bagi Sobat Bisnis untuk menegoisasikan biaya tetap (fixed cost), misalnya biaya menyewa real estate. Saat masa serba sulit ini, para pemilik properti biasanya lebih bersedia memberikan penawaran yang menarik untuk membangun membangun kesepakatan. Termasuk, tawaran untuk boleh merenovasi kantor atau persyaratan sewa yang lebih fleksibel. Hal ini tentu mengurangi biaya para wirausahawan pemula untuk menjalankan bisnis. Hal ini juga membuat para wirausahawan menyebarkan sumber daya modal ke pos-pos yang lain, misalnya perekrutan pekerja dan produk/layanan berbiaya.

Baca Juga :  Update! Peta Persebaran Corona di Jakarta

3. Dapat pelanggan lebih mudah

Tantangan mendasar untuk memulai dan mengembangkan bisnis baru adalah mendapatkan pelanggan dengan promosi yang mahal. Di masa normal, Sobat Bisnis perlu kerja ekstra keras untuk membujuk konsumen mencoba kategori produk baru atau beralih antar merek.

Banyak pengusaha sering gagal dalam proses ini, kendati dilengkapi dengan banyak modal. Dalam kondisi saat ini, biaya akuisisi pelanggan dapat menurun drastis. Pertama, karena kebutuhan ekonomi dan perubahan rutinitas, konsumen mungkin lebih bersedia untuk mencoba produk dan layanan baru atau bahkan mengganti merek dari pilihan normal mereka.

Lebih penting lagi, ketika perilaku dan rutinitas baru mengemuka, konsumen dapat mengadopsi produk dan layanan yang berbeda. Ini memberikan banyak peluang baru untuk akuisisi konsumen.

RID, SUMBER

Leave a Reply