4 Step Berbisnis Ikan Cupang

Genbisnis – Kondisi ekonomi Indonesia sedang bergejolak akibat adanya pandemi. Banyak pelaku usaha yang kesulitan untuk bertahan dan harus mencari celah kreatif untuk berjalan kembali.

Dicetuskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, gejolak ekonomi nasional yang disebut dengan istilah resesi dapat mungkin terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk mulai membangun bisnis sebagai upaya menambah uang.

Jika kamu mencari peluang bisnis yang tepat, berjualan ikan cupang dapat dijadikan salah satu opsi. Setidaknya, ada 3 alasan utama yang dapat meyakinimu!

1. Modal awal tidak besar

Berbicara mengenai peluang bisnis, kamu pasti setuju bahwa salah satu hal yang harus dipikirkan adalah modal. Salah satunya, kamu harus tahu apakah pemilihan bisnis ikan cupang menguras modal yang cukup atau justru sebaliknya?

Sontak, kamu pasti langsung menggelengkan kepala jika modalnya besar, bukan? Kabar baiknya, modal ternak ikan cupang tidak terlalu mahal, kok! Setidaknya kamu hanya membutuhkan 5 juta rupiah untuk ikan cupang yang pernah diekspor melalui BKIPM.

Nah, tahukah kamu? Jika dibandingkan dengan harga modal untuk ternak ikan jenis lainnya, 5 juta rupiah merupakan jumlah yang murah, lho! Misalnya, ternak ikan gurame yang mencapai puluhan juta rupiah. Fix, mendingan ikan cupang, kan?

2. Memberi keuntungan besar

Masuk ke dalam peluang bisnis, setiap individu pasti mengharapkan modal kecil dan keuntungan yang besar. Istilahnya, seperti menanam pohon dengan beberapa bibit kecil tapi menghasilkan ukuran pohon yang besar dan sangat bernilai.

Baca Juga :  Mulai 2 Juni Bisnis Singapura Buka Kembali, Berikut Fase Tahapannya

Kabar baiknya, analogi tersebut sesuai banget dengan peluang bisnis ikan cupang. Soalnya dengan bermodalkan 5 juta rupiah, keuntungan yang dihasikan cukup menggiurkan. Hal tersebut dikarenakan kondisi pasar yang menilai ikan cupang sebagai bahan penting.

Belum lagi, minat ekspor ikan cupang turut mencapai pasar Asia, seperti Singapura, Thailand, Tiongkok, Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Masing-masing negara memasang harga beli mencapai 1 juta untuk minimal 10 ekor. Cukup untung, bukan?

3. Proses pemeliharaan terbilang mudah

Tidak tersangkalkan, melakukan peluang bisnis ternak ikan pastinya membutuhkan skill dan perhatian khusus agar kamu dapat memeliharanya dengan baik. Mulai dari habitat, konsumsi makanan, hingga proses pengembangbiakkan yang harus berjalan dengan tepat.

Jika kamu melewatkan masing-masing detil tersebut, maka kesalahan kecil dapat menyebabkan kerugian. Sebut saja, ikan-ikan sakit, tidak bertumbuh dengan kualitas yang cukup bernilai, dan yang paling merugikan adalah mati.

Beruntungnya, tahukah kamu? Memelihara ikan cupang nyatanya tidak membutuhkan usaha besar. Pasalnya, ternak ikan cupang tidak membutuhkan lahan luas untuk proses pengembangbiakkan. Sampai-sampai kamu dapat menggunakan toples atau aquarium.

Baca Juga :  Mendukung WFH, PLN Terapkan Layanan Satu Pintu

Jadi, bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mencoba peluang bisnis ini?

4. Pemasaran budidaya ikan cupang

Memahami sisi positif dari sebuah peluang bisnis haruslah disertai dengan kemampuan untuk mengaplikasikan pemasarannya. Tanpa terkecuali pemasaran budidaya ikan cupang yang harus memerhatikan lokasi berjualan dan karakter konsumen.

Dalam berjualan, kamu dapat memasarkannya dengan cara sederhana, seperti menjualnya ke pasar atau pecinta ikan cupang. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk mencoba menjualnya langsung ke pengepul ikan yang kerap membeli dalam jumlah banyak.

Nah, dalam melakukan proses pemasaran ini, kamu sebaiknya tidak membatasi diri untuk memasarkannya ke pasar lokal maupun internasional. Terlebih lagi, beberapa negara Asia menunjukkan minat tinggi terhadap ikan cupang.

Itulah modal, keuntungan dan cara pemasaran bisnis ikan cupang. Jadi, kamu sudah tahu kan, bahwa ternak ikan cupang dapat menjadi pertimbangan tepat untuk memulai peluang bisnis. Apakah kamu akan segera mencoba bisnis ikan cupang ini?

RID, SUMBER

Leave a Reply