ACES harus jalani gugatan terkait PKPU oleh Wibowo and Partners

Genbisnis – PT ACE Hardware Indonesia Tbk (AHI) didirikan pada tahun 1995 sebagai entitas anak PT Kawan Lama Sejahtera. Gerai pertama ACE Hardware dibuka pada tahun 1996 di Karawaci, Tangerang, Banten. AHI mengoperasikan jaringan gerai modern dengan menyediakan produk-produk berkualitas selama lebih dari dua dekade. Kabar tak mengenakkan harus ditelan emiten ritel PT Ace Hardware Indonesia Tbk pada penghujung tahun ini. 

Pandemi belum usai menjangkiti kinerja keuangannya, tetapi ACES kini harus menjalani gugatan terkait penundaan kewajiban pembayaran utang oleh Wibowo and Partners pada Selasa (6/10/2020).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per Juni 2020, total liabilitas perseroan memang naik menjadi Rp2,1 triliun dari Rp1,97 triliun pada akhir tahun lalu.

ACES diketahui sama sekali tidak memiliki utang bank, namun memiliki utang usaha yang terdiri atas utang usaha pihak berelasi sebesar Rp55,72 miliar dan utang usaha pihak ketiga senilai Rp103,59 miliar.

Baca Juga :  Perketat PSBB, Keluar Masuk Tangsel Wajib Memiliki SIKM

Adapun, kinerja emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 tersebut selama semester pertama ini memang kurang memuaskan ditandai dengan penurunan penjualan bersih 7,86 persen menjadi Rp3,65 triliun pada semester I/2020.

ACES juga mencatatkan laba periode berjalan Rp360,16 miliar, turun 23,8 persen dibandingkan dibandingkan dengan capaian semester I/2019 sebesar Rp472,86 miliar.

Berdasarkan catatan Bisnis, kinerja ACES sebenarnya terbilang jauh lebih baik karena masih mampu mencatatkan laba pada periode pandemi awal tahun ini. Padahal, di sisi lain, banyak emiten ritel bervaluasi besar lainnya yang mencatatkan kerugian pada periode tersebut, sebut saja PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) dan PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF).

Di sisi lain, total aset ACES berhasil tumbuh menjadi Rp7,09 triliun per 30 Juni 2020 dibandingkan dengan total aset per 31 Desember 2019 sebesar Rp6,64 triliun.

Baca Juga :  Cinema XXI Tutup Sampai 5 April Karena Corona

Adapun, total kas setara kas perseroan naik ke posisi Rp1,68 triliun dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019 sebesar Rp1,25 triliun.

RID, SUMBER

Leave a Reply