Ada yang Belum Isi SPT Pajak? Kalau Telat Denda Rp 1 Juta Loh!

GenBisnis Jakarta- Sekarang adalah hari terakhir wajib pajak pribadi maupun badan menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) Tahunan 2019. Seharusnya, pembayaran dilakukan satu bulan yang lalu. Namun memahami pandemi Covid-19, pembayaran di perpanjang satu bulan menjadi 30 April 2020.

Kesempatan mengisi SPT Pajak Tahunan masih bisa dilakukan hari ini. Kalau terlewat, siap-siap akan
dikenakan denda oleh Ditjen Pajak.

Berdasarkan Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan (UU KUP), denda tersebut diatur dalam Pasal 7 beleid tersebut. Dan untuk denda keterlambatan menyampaikan SPT Tahunan yakni Rp 100.000 untuk wajib pajak orang pribadi dan Rp 1 juta untuk wajib pajak badan.

Baru 10,13 juta wajib pajak yang telah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahun Pajak 2019 dari data per 29 Maret 2020. Pelaporan tersebut menurun 15,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 11,90 juta wajib pajak.
Padahal di tahun ini, otoritas pajak menargetkan jumlah pelaporan SPT Tahunan bisa mencapai 80 persen dari total 19 juta wajib pajak orang pribadi maupun badan.

Baca Juga :  Direktur PT Gudang Garam Menjual Seluruh Sahamnya

Artinya, masih banyak wajib pajak yang belum menyampaikan SPT. Jika melewati hari ini, maka wajib pajak akan dikenakan sanksi berupa denda.
Meski begitu, denda tersebut tak bisa langsung dibayarkan. Ada sejumlah prosedur yang harus dilalui wajib pajak.

Berikut cara membayar denda keterlambatan penyampaian SPT Tahunan:

Surat Tagihan Pajak (STP)
Wajib pajak harus memiliki STP untuk membayar denda keterlambatan lapor SPT Tahunan. STP ini akan dikirim langsung dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) asal wajib pajak terdaftar ke alamat rumah atau email wajib pajak.

Bayar Denda di Bank
Wajib pajak bisa langsung membayar jumlah tagihan pajak tersebut di sejumlah bank yang ditunjuk otoritas pajak jika Anda telah memiliki SPT.
Sekarang, tagihan pajak bisa dilakukan dengan mendatangi kantor cabang bank terdekat atau melalui ATM maupun mobile banking.

Baca Juga :  Tambahan 10 Perusahaan Dipajaki, Termasuk Tiktok

Maksimal 1 Bulan
Terahir pembayaran denda dilakukan selama satu bulan sejak STP diterima wajib pajak. Jika wajib pajak belum juga membayarkan denda setelah waktu yang ditentukan, maka wajib pajak akan ditagih menggunakan Surat Paksa, setelah diberi Surat Teguran atau Surat Peringatan.

Surat Penyitaan
Jika dalam waktu 2×24 jam setelah diberi Surat Paksa masih belum dibayar, maka penyitaan dapat dilakukan atas barang-barang wajib pajak.
Penyitaan akan dilakukan sampai dengan nilai barang yang disita diperkirakan cukup untuk melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak.

(DA) sumber

One Reply to “Ada yang Belum Isi SPT Pajak? Kalau Telat Denda Rp 1 Juta Loh!”

Leave a Reply