Akankah Perkantoran dan Coworking Space, Menjamah Usaha Kecil & Menengah di Surabaya?

Genbisnis JAKARTA – Tingkat sewa & hunian perkantoran pada Surabaya, Jawa Timur,dalam semester pertama 2020 “tertolong” sang ketiadaan pasokan baru, demikian output riset konsultan properti Colliers International Indonesia.

Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director ResearchColliers Indonesia, tidak adanya pasokan tempat kerja baru itu bisa dipercaya menjadi berita baik bagi pasar perkantoran pada Surabaya.

Dia mengemukakan pasokan kumulatif waktu ini seluas 421.847m2. Gedung perkantoran yang masuk pasar residu tahun ini akan membentuk seluas 71.078 m2 yang dipasok menurut empat gedung.

“Kami tidak melihat adanya perubahan tarif sewa secara menyeluruh selama 6 bulan terakhir, lantaran pasokan yang stagnan & bangunan yang terdapat tidak mempunyai alasan logis buat menyesuaikan harga sewa, terutama pada kesulitan yang dialami sang penyewa,” tuturnya.

Baca Juga : Ekspansi Kawasan Industri Diprediksi Tertahan Hingga Akhir Tahun

Baca Juga :  Sabar, Antivirus Corona Made In Indonesia Masih Tunggu Izin Edar BPOM

Colliers mengantisipasi empat gedung lagi masuk pasar tahun 2021, yang akan mengakumulasi persediaan ruang tempat kerja pada Surabaya 650.000 m2, lebih kurang 31,7 % semakin tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Dia mengutarakan bahwa kegiatan leasing yang lambat membayangi tempat kerja Surabaya selama 6 bulan terakhir, sebagai akibatnya taraf hunian rata-rata turun 68 % dalam semester 1 2020.

Ferry mengistilahkan aktivitas usaha menghadapi angin sakal(angon yang bertentangan menggunakan arah kapal) bukan hanya ditimbulkan sang pasar leasing yang telah melemah, namun juga penurunan dampak pandemi Covid-19.

Satu bangunan pada Surabaya Timur diproyeksikan menjadi hunian pemilik sendiri, namun hal ini belum membantu peningkatan hunian secara menyeluruh, masih pada tren penurunan dalam 2020.

Dengan jumlah permintaan ruang tempat kerja yang tidak mencukupi ditambah menggunakan proyeksi pasokan yang besar, taraf hunian diperkirakan akanturun & mungkin hanya mencapai pada bawah 60 % dalam 2021.

Baca Juga :  Harga Emas Antam hampir Sentuh 1 Juta per gram

Menurut kajian Colliers, perkantoran pada Surabaya mempunyai pikiran yang prospektif menurut pertumbuhan bisnis kecil & menengah, namun perlu proses & saat buat melihat mereka berkembang & mengadopsi teknologi guna meningkatkan kecepatan produktivitas & kapasitasnya.

Sejauh ini, dominan pertanyaan tempat kerja asal menurut perusahaan mapan yang mungkin mempunyai keterbatasan buat berkembang belakangan ini.

“lantaran itu, dari kami pasar perkantoran Surabaya perlu memaksimalkan potensi internalnya menurut pertumbuhan bisnis mini &menengah tersebut. Ini sanggup pada bentuk perusahaan rintisan yang mungkin memicu pertumbuhan tempat kerja layanan & coworking space.”

RID, SUMBER

Leave a Reply