Apa Yang Harus Pemerintah Lakukan Di Sisa Waktu Hadapi Resesi

Genbisnis, Jakarta – Kuartal III-2020 tinggal menyisakan waktu sekitar 2 minggu lagi. Hal itu menjadi tenggat waktu bagi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar Indonesia tidak terperosok ke jurang resesi.

Namun, sisa waktu dua minggu lagi ini dianggap tak akan efektif cegah RI masuk jurang resesi. Lalu, apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk minimal mengurangi dampak resesi tersebut?

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, yang perlu dilakukan pemerintah saat ini adalah fokus pada pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2020 dan 2021 mendatang.

“Pemerintah sebaiknya fokus saja ke kuartal ke IV dan tahun 2021. Jangan memberi harapan palsu,” ujar Bhima, Senin (14/9/2020).

Caranya dengan fokus pada serapan anggaran dan menambah belanja sosial agar daya beli masyarakat bisa tumbuh kembali di tengah pandemi ini. Daya beli masyarakat yang membaik dapat memulihkan ekonomi RI lewat kenaikan sektor konsumsi rumah tangga. Sekaligus semakin serius tangani pandemi COVID-19 ini.

Baca Juga :  PSBB Jakarta Dimulai Jumat. Ini Aturan Yang Berlaku

“Fokus ke serapan anggaran dan penambahan belanja sosial agar daya beli tidak semakin jatuh. Selama masa PSBB ketat diharapkan pemerintah benar benar serius atasi pandemi. Kurva positif turun, maka masyarakat otomatis pede belanja lagi,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan oleh Ekonom dari Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet. Salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah dalam.menjaga daya beli masyarakat adalah dengan mempercepat penyaluran subsidi gaji pada pekerja di sektor formal maupun informal.

“Untuk masyarakat yang bekerja di sektor formal, percepatan penyaluran subsidi gaji untuk pekerja dengan gaji di bawah 5 juta bisa dilakukan pemerintah,” kata Yusuf.

Pemerintah diminta menambah kuota peserta Kartu Pra-Kerja, sebab tingginya angka pengangguran saat ini.

Baca Juga :  Bagaimanakah Hasilnya? Gugus Tugas Covid-19 Inspeksi Bandara Soekarno-Hatta

“Membuka opsi menambah kartu pra-kerja juga perlu dipertimbangkan pemerintah. Mengingat potensi bertambahnya jumlah pengangguran akibat proses pemulihan ekonomi,” sambungnya.

Terakhir BLT dan bantuan tambahan lainnya buat UMKM juga perlu disampaikan pada sasaran yang tepat dan dipercepat lagi.

“Penyaluran BLT dan juga beragam bantuan untuk sektor UMKM perlu disalurkan dengan cepat dan tepat,” katanya.

(QR) Sumber.

Leave a Reply