Bank Sentral Bertindak, Wall Street Naik Tajam

GenBisnis, JAKARTA – Harapan meningkatkan stimulus global berhasil mendongkrak tiga indeks saham utama di Wall Street, Amerika Serikat (AS) mencatat kenaikan tajam pada akhir perdagangan Senin (2020/03/02).

Menurut Bloomberg, S&P 500 berakhir lebih tinggi 4,60 persen pada level 3.090,23, indeks Dow Jones Industrial Average naik tajam menjadi 5,09 persen pada level 26.703,32, dan indeks Nasdaq Composite ditutup naik 4,49 persen ke level 8.952, 16.

Saham AS mengalami lonjakan tertinggi dalam empat belas bulan, mendorong optimisme investor bahwa otoritas negara-negara di dunia untuk langkah-langkah peluncuran untuk mengimbangi dampak dari wabah penyakit corona virus (Covid-19).

Para menteri keuangan G-7 bank sentral berikut dikabarkan akan mengadakan teleconference pada hari Selasa (03/03/2020) untuk membahas bagaimana merespon wabah virus mematikan.

Saham teknologi memimpin rebound di saham AS setelah tujuh hari berturut-turut menurun, setelah pembuat kebijakan moneter negara-negara dunia mulai dari Jepang ke Inggris berjanji untuk mengambil tindakan untuk mendukung perekonomian mereka jika diperlukan.

Baca Juga :  Sederet Ramalan Tentang Corona Di Masa Lalu

Sebelumnya, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa bank sentral AS bersedia untuk bertindak sesuai sebagaimana bantuan ekonomi AS.

Dorongan untuk penurunan suku bunga meningkat dengan penurunan di pasar saham AS sepanjang pekan lalu karena kekhawatiran investor atas dampak virus corona wabah penyakit ke ekonomi AS dan global.

Pernyataan Powell tentu didorong oleh ekspektasi suku bunga memotong kemungkinan acuan dalam pertemuan kebijakan yang akan berlangsung pada tanggal 17-18 Maret 2020.

Lonjakan saham pada hari Senin, kini memberikan harapan kepada investor, meskipun S&P 500 ditutup 8,7 persen di bawah rekor pencapaiannya pada dua minggu lalu.

OECD kelompok ekonomi multinasional memperingatkan bahwa wabah virus akan memukul pertumbuhan ekonomi global jatuh ke level terendah dalam lebih dari satu dekade.

Baca Juga :  Rupiah Berpotensi Menguat Meski Corona Masuk ke Indonesia

Namun, investor bertaruh bahwa pembuat kebijakan akan mengambil tindakan tegas untuk membatasi dampak dari pukulan.

“Pasar sudah dikesampingkan paruh pertama babak kedua dan tampak untuk melihat apakah kita akan mengalami pemulihan dalam permintaan,” kata Anik Sen, kepala ekuitas global pada PineBridge Investments, seperti dilansir Bloomberg.

Sumber.

Leave a Reply