Barisan Ritel Yang Gulung Tikar Dihempas Corona

GenBisnis, Jakarta – Sejumlah ritel yang menjadi kekuatan pusat perbelanjaan di Amerika Serikat (AS) mengajukan kebangkrutan selama pandemi virus Corona (COVID-19). Mereka adalah merek pakaian seperti J.Crew, Brooks Brothers dan perusahaan induk New York & Co. RTW Retailwinds, Neiman Marcus, J.C. Penney dan Stage Stores.

Selain itu ada juga di sektor kesehatan yakni GNC dan perlengkapan dapur seperti Sur La Table. Daftar ini diyakini akan terus bertambah.

Ritel yang bangkrut itu adalah penyewa di mal dengan toko yang besar. Sementara pemiliknya seperti Simon Property Group, tinggal duduk manis terima uang. Pada 29 Juni, Simon melaporkan memiliki harta sekitar US$ 8,5 miliar atau setara Rp 124,1 triliun (kurs Rp 14.600/US$) termasuk sekitar US$ 3,5 miliar atau Rp 51,1 triliun uang tunai.

Dilansir CNBC, Senin (20/7/2020), Simon yang merupakan pemilik mal terbesar di AS telah bekerja sama dengan perusahaan pakaian Authentic Brands Group untuk menyuntik dana Brooks Brothers agar bisa melewati kebangkrutan.

Baca Juga :  Brand Helmet Buatan Indonesia Semakin Mengkilap di MotoGP

Pinjaman US$ 80 juta yang disebut sebagai Sparc LLC (terdiri dari Simon dan ABG) diberikan tanpa bunga. Namun tawaran pinjaman mengharuskan merek Brooks Brothers digunakan sebagai jaminan bagi kreditur. Jika terjadi likuidasi Brooks Brothers, Sparc akan menyimpan kekayaan intelektual.

ABG dan Simon juga telah mengajukan tawaran sebesar US$ 191 juta untuk aset produsen denim Lucky Brand yang bangkrut. ABG, Simon dan pemilik mal Brookfield Properties juga telah menjajaki akuisisi department store Penney karena bangkrut. Ketiganya sebelumnya bersatu untuk menyelamatkan toko fesyen jadi Forever 21, yang bangkrut pada September 2019 dengan diberi suntikan senilai US$ 81 juta.

Masa depan Penney dinilai masih ada harapan. Sampai minggu ini, perusahaan terus mengeluarkan rencana di pengadilan dengan pemberi pinjaman. Hal itu membuatnya memiliki waktu hingga 31 Juli untuk mengevaluasi pembeli potensial untuk bisnisnya, dalam upaya untuk menghindari likuidasi.

Baca Juga :  Bingung Mau Belajar Dimana ? Berikut 7 Platform Belajar Online Gratis

Kepala Eksekutif ABG Jamie Salter mengatakan Penney sebagai merek yang layak diselamatkan. Begitu juga dengan Brooks Brothers.

“ABG sudah memiliki banyak pengecer yang sudah tidak ada lagi termasuk Barneys New York, Nautica, Nine West dan Juicy Couture. Bermitra dengan seseorang seperti Simon menambah keahlian di bidang real estate, di samping lisensi merek dan manufaktur pakaian,” kata Salter.

(QR) Sumber.

Leave a Reply