Bea Cukai Gratiskan Pajak Buku Impor

GenBisnis, Jakarta – Kementerian Keuangan menghilangkan pengenaan pajak pertambahan (PPN), yang berasal dari luar negeri atau impor. Dikatakan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 5/2020 tentang buku pelajaran Umum, dan buku pelajaran agama pada impor dan pembebasan dari pengenaan pajak PPN.

Kriteria juga diselenggarakan untuk buku-buku ini, buku-buku pendidikan dan buku yang mengandung unsur pendidikan. Jika tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, tidak diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, dan antara kelompok; Tidak ada pornografi; Mengandung unsur kekerasan, dan tidak mengandung ajaran kebencian.

Namun untuk kitab suci, menerapkan kebebasan untuk memesan seluruh buku agama seperti Al-Qur’an, Juz Amma. Kemudian untuk kitap suci agama Kristen Protestan itu termasuk kitap suci perjanjian lama dan perjanjian baru termasuk tafsir dan terjemahannya, baik seluruhnya atau pun sebagian.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Virus Corona Layanan Perpajakan di Batasi

Kemudian untuk kitap suci agama Katolik tulisan-tulisan keagamaan termasuk perjanjian lama dan perjanjian baru akan mencakup tafsir dan terjemahan dalam keseluruhan atau sebagian, kitab suci agama Hindu meliputi kitab suci Weda, Smerti, Sruti, Upanishad, Itihasa, Iurana, termasuk tafsir dan terjemahannya dalam keseluruhan atau sebagian, kitap suci agama Buddha merupakan kitab suci tipitaka/tripitaka termasuk tafsir dan terjemahan secara keseluruhan atau sebagian.

Dan buku-buku yang lain yang telah ditetapkan sebagai kitap suci oleh menteri yang memiliki urusan pemerintahan di bidang agama atau pejabat lain yang dilantik oleh Menteri yang berkenaan.

PMK ini telah diusulkan sejak 10 Januari 2020 dan telah berlaku semenjak diusulkan.

Baca Juga :  Donald Trump Beberkan Alasan Soal Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Sumber.

Leave a Reply