Beginilah Strategi Cara Mengatasi Krisis Apartemen Murah di Jakarta

GenBisnis, JAKARTA – Jakarta Property Institute menyebutkan bahwa Jakarta saat ini krisis apartemen murah, padahal peminatnya cukup tinggi. Untuk mengatasi persoalan tesebut, pemerintah  akan didorong untuk sesegera mungkin mencari solusinya.

Executive Director JPI Wendy Haryanto mengatakan bahwa saat ini apartemen sudah menjadi kebutuhan dan bukan lagi menjadi barang mewah. Pilihannya, jika tidak mau tinggal di hunian vertikal maka hidupnya akan semakin jauh dah semakin meningkatkan biaya untuk transportasi.

Dan sedangkan, dengan tinggal di hunian vertikal penghuni bisa lebih hemat waktu, hemat ruang, dan juga membatasi agar tidak terjadi pengembangan yang berlebihan.

Membangun apartemen di atas pasar atau lahan BUMD lainnya, seperti di atas stasiun maupun terminal dianggap sebagai solusi alternatif. Pasalnya, langkah ini membuat pengembang lebih mudah mencari lahan dengan harga yang lebih terjangkau.

 “Ini bisa menjadi siasat untuk memperbanyak ketersediaan apartemen murah di Jakarta,” ungkapnya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Baca Juga :  Rupiah Kembali Melemah, Rabu 22/04/2020

Adapun, Wendy menyebutkan bahwa JPI sudah melakukan identifikasi beberapa pasar di seluruh DKI Jakarta yang kemungkinan bisa dibangun apartemen di atasnya. Berdasarkan hasil pengamatannya di lapangan ada beberapa pasar yang dianggap cocok, misalnya Pasar Mampang, Pasar Mede, Pasar Kebon Melati dan sejumlah pasar lainnya.

Pasar tersebut memiliki bangunan yang kondisinya masih baik dan cukup kuat untuk dinaikan tingkatan lantainya sekitar 8 lantai hingga 12 lantai ke atas.

“Apartemen di luar negeri sudah banyak yang seperti ini, berada di atas pasar. Dengan begini, citra pasar juga mau tidak mau akan lebih baik, karena pasarnya harus jadi lebih terawat agar penghuninya nyaman dan mengandalkan pasar ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” ujar Wendy.

Menurut Wendy, menambah lantai di bangunan secara konstruksi masih aman. Adapun, pembangunan apartemen di atas pasar juga bisa menjadi salah satu cara merevitalisasi pasar tradisional.

Baca Juga :  Syarat Penerima KPR Subsidi Ditentukan Perbankan

Namun, apabila ternyata konstruksi bangunan pasar memang tidak mampu untuk menahan beban tambahan dari lantai yang ditambahkan, pasar memang terpaksa harus dirobohkan dan dibangun kembali dari awal.

Selanjutnya, jika sudah bisa memperbanyak apartemen di Jakarta melalui pembangunan apartemen di atas pasar, langkah lain yang bisa dilakukan pemerintah adalah menaikkan Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

“Karena sebetulnya bangun 12 lantai dengan 16 lantai tidak jauh berbeda dari segi beban dan biaya konstruksinya. Pengembang akan memilih bangun lebih tinggi dengan jumlah unit lebih banyak, jadi unit yang dijual bisa lebih affordable, kalau dibatasi seperti sekarang jadi susah,” ungkapnya.

Sumber

Leave a Reply