Bisnis Gorengan Omzet Puluhan Juta

Genbisnis – Kini, bisnis tidak lagi berkutat tentang bagaimana anda menjual? Barang atau Jasa apa yang anda tawarkan? Atau bahkan sekedar berniaga.

Bisa dibilang setiap hal produk kuliner memiliki pesaing. Poin utama berbisnis dimasa ini adalah menjadi kreatif. Membuat Perbedaan ditengah pesaing yang menjamur.

Di masa pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat yang mencoba mencari peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Salah satu peluang bisnis yang layak dicoba adalah berbisnis kuliner, lebih spesifik jajanan atau gorengan.

Meski hanya berjualan gorengan, tetapi penghasilan yang didapatkan tidak main-main. Nerissa Natalie, perempuan berusia 24 tahun ini berhasil menangkap peluang usaha berjualan gorengan berupa bakwan kekinian yang gurih dan nikmat.

Tak tanggung-tanggung, dalam satu hari rata-rata dia bisa menjual 500 hingga 700 buah bakwan dengan omzet Rp1,5 juta perhari atau sekitar Rp30 juta hingga Rp40 juta perbulan. Bakwan yang mengusung brand Bakwan Day! ini terinspirasi dari bakwan pontianak, dengan kulit luar yang kriuk dan renyah, serta tekstur isi yang lembut dan gurih.

Bakwan Day! sendiri dikembangkan oleh PT. Otewe Maju Bersama yang ditawarkan dengan sistem kemitraan dengan investasi awal sebesar Rp21 juta lengkap dengan gerobak yang eye catching dan kekinian serta bahan baku pertama.

Baca Juga :  Pertama Kali Dalam Sejarah, RI Terbitkan Surat Utang Tenor 50 Tahun

Nerissa sendiri mengaku tertarik dengan sistem kemitraan ini karena model bisnisnya menarik serta produknya yang disukai banyak orang tetapi dengan versi yang lebih bersih dan nikmat. Varian rasanya pun bermacam-macam mulai dari Rebon, Teri dan Pepperoni sebagai andalan dari variant menunya.

Signature varian menu Bakwan Day! dan yang sampai saat ini menjadi favorit adalah Bakwan Pepperoni. Varian bakwan pertama di Indonesia yang memakai Pepperoni.

“Menurut saya berjualan dengan sistem kemitraan ini menjadi salah satu cara untuk tetap bertahan di masa pandemi seperti ini,” ujar wanita yang memilih berjualan di kawasan Thamrin ini.

Akhdan Habibie, Marcomm PT Otewe Maju Bersama mengatakan bahwa Bakwan Day pertama kali dibuka di Kelapa Gading pada tanggal 9 September 2020 dan menyusul pada tanggal 12 September di Thamrin dan tanggal 13 di Fatmawati.

“Bakwan Day! memilih sistem kemitraan yang dapat dijalankan oleh banyak orang karena sistem manajemennya yang mudah dan pastinya dengan modal yang cukup terjangkau,” tuturnya.

Akhdan mengatakan bahwa selama ini penjualan di Kelapa Gading terbilang cukup bagus dengan rata-rata penjualan 1.500 bakwan perhari dan harga jual Rp2.800. Apalagi sebagai salah satu pusat kuliner terbesar di Jakarta, Kelapa Gading dinilai sangat strategis karena itulah pihaknya menjadikannya sebagai lokasi pertama bisnis Bakwan Day.

Baca Juga :  Nexeed Industrial Application System, Solusi Kepada Para Pelaku Industri dari Bosch

“Lokasinya juga dipilih di OTW Food Street Gading, karena selain lokasinya yang strategis, OTW FoodStreet ini juga salah satu brand kami. Kami ingin OTW FoodStreet berkonsep one stop culinary untuk mereka yang ingin membeli produk-produk dari OMB Group seperti Tahu Go!, Kopi Yor dan Ropang OTW serta tentunya menu-menu OTW FoodStreet itu sendiri,” terangnya.

Melihat respon pasar yang sangat besar, PT Otewe Maju Bersama siap untuk membuka lebih banyak cabang Bakwan Day! Dengan target hingga akhir tahun ini jumlah outlet yang dibuka mencapai 50.

RID, SUMBER

Leave a Reply