Bisnis Tetap Produktif, Meski Dari Rumah

Genbisnis – Pandemi Covid-19 memaksa sebagian besar masyarakat dunia untuk tetap berada di rumah. Berkegiatan di rumah seperti bekerja, atau belajar tentunya membutuhkan upaya lebih. Bagaimana tidak? bagi mereka yang terbiasa bekerja atau belajar dengan lingkungan yang supportif seperti kantor atau sekolah, harus berada di rumah yang merupakan zona nyaman mungkin bukan opsi yang akan mereka pilih untuk bekerja.

Bagi para pebisnis, mungkin akan sedikit berbeda ceritanya. Memonitor bisnis bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja.

Namun, terkadang produktivitas bisnis kita terhalang karena kurangnya modal usaha.

Untuk mengetahui solusinya, NOVA bersama Investree telah melakukan tiga webinar yang bisa membantu kita menjalani bisnis di era new normal.

Berikut ini merupakan rangkuman tiga webinar yang diadakan NOVA bersama Investree.

1. Tingkatkan Produksi di Era New Normal, Mengapa Tidak?NOVATingkatkan Produksi di Era New Normal, Mengapa Tidak?

Di masa new normal ini, beberapa produk UKM ternyata mengalami peningkatan.

Namun sayangnya, kita selaku pelaku UKM mengalami kendala mengenai permodalan untuk bisa meningkatkan kapasitas produksinya. Hal itu pada akhirnya akan menyebabkan kita tidak bisa memenuhi permintaan pasar.

Melihat permasalahan tersebut, NOVA bersama Investree telah mengadakan online sharing session dengan tema “Tingkatkan Produksi di Era New Normal, Mengapa Tidak? pada hari Jumat, 28 September 2020.

Baca Juga :  Kemenparekraf Gandeng Grab Pulihkan Industri Pariwisata

VP Institutional Funding Investree Dhannie Ullyza Zawir mengatakan kita bisa mendapatkan modal usaha salah satunya melalui fintech.

Fintech adalah perusahaan jasa keuangan yang digabungkan dengan teknologi. Ini merupakan solusi selain perbankan dan pasar modal, permodalan untuk usaha UKM dan ritel,” ujar Dhannie.

Dalam webinar ini, para peserta juga antusias bertanya.

Misalnya Lidia dari Jakarta yang menanyakan, “Minimal pinjaman yang mau didanai itu berapa, misalnya Rp1 juta atau Rp100 ribu pun bisa?”

“Kami businesstobusiness, beda dengan pinjaman konsumsi atau ritel. Jadi size-nya UKM karena segmennya seperti di bank. Lalu, peminjaman hingga Rp 50 juta itu masih dianggap ritel. Tetapi karena kita fokus pada pinjaman bisnis, size pinjamannya lebih besar dibandingkan pinjaman kepada ritel atau pribadi,” jawab Dhannie.

2. Kembangkan Produksi, Lebih Aman dengan Pembiayaan SyariahNOVAKembangkan Produksi, Lebih Aman dengan Pembiayaan Syariah

Ketika ingin menjalankan suatu usaha, tentu kita membutuhkan modal agar bisnis bisa berjalan.

Saat ini, banyak pilihan sumber pinjaman dana untuk modal usaha. Salah satunya modal usaha berbasis syariah.

Pembiayaan berbasis syariah ini sesuai dengan prinsip syariah dan bebas dari semua transaksi yang dilarang syariat Islam.

Baca Juga :  Ingin Sukses Bisnis Diusia Muda? Berikut Tipsnya

NOVA bersama Investree pernah membahas soal modal usaha berbasis syariah ini lewat webinar yang berjudul “Kembangkan Produksi, Lebih Aman dengan Pembiayaan Syariah” pada hari Jumat, 11 September 2020.

“Pada dasarnya keduanya sama, yang membedakan adalah fintech syariah mengaplikasikan prinsip berdasarkan nilai dan ketentuan syariah,” ujar Arief Mediadianto selaku VP Sharia Investree.

Dalam webinar tersebut, lebih dari 120 peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan sesuai dengan topik yang dibahas.

Salah satunya ada Humaira dari Jember yang bertanya, “Apa perbedaan service di fintech syariah dengan bunga di fintech konvensional?”

Arief menegaskan bahwa fintech syariah tidak menerapkan bunga jika kita mengajukan pinjaman.

“Yang pasti kalau prinsip syariah, di situ tidak ada bunga. Digantinya yaitu dengan imbal hasil yang bergantung terhadap transaksi yang dilakukan.”

“Bisa jual beli, dari tingkat return atau margin, ada juga yang namanya bagi hasil, atau yang ketiga sewa-menyewa,” jelas Arief.

RID, SUMBER

Leave a Reply