BRI Bukukan Laba Bersih Rp14,1 Triliun

JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. membukukan laba bersih tahun berjalan Rp14,15 triliun pada kuartal ketiga tahun ini.

Jika dibandingkan dengan realisasi pada kuartal III pada tahun lalu, nilai itu terpangkas 42,94 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp24,8 triliun.

Berdasarkan laporan publikasi di Bisnis Indonesia (11/11/2020), laba bersih ini turun disebabkan oleh pendapatan bunga bersih yang pada kuartal III/2020 senilai Rp56,05 triliun, susut 7,47 persen dari Rp60,58 triliun pada kuartal III/2019.

Selain itu, beban pencadangan perseroan juga masih tercatat naik pada September tahun ini menjadi Rp18,58 triliun dari periode sama tahun lalu Rp15,11 triliun. Beban tenaga kerja pun tampak naik 19,17 persen yoy menjadi Rp21,20 triliun dari Rp17,79 triliun selama masa pandemi ini.

Baca Juga :  Catat, Ini Cara Ambil "Cuti" Kredit Kendaraan

Meski demikian, pendapatan komisi/fee dan administrasi menjadi katalis positif, yakni tercatat Rp11,31 triliun dari periode sama tahun lalu Rp9,74 triliun.

Adapun, kredit pada kuartal ketiga tahun ini tercatat Rp935,34 triliun, naik 4,9 persen secara tahunan dari Rp891,97 triliun. Dana pihak ketiga tercatat Rp1.131,92 triliun, naik 18,0 persen yoy dari Rp959,24 triliun.

Selanjutnya, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) masih terpantau berada pada 20,38 persen, sedangkan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gross berada pada level 3,02 persen, sedangkan NPL net berada di angka 0,78 persen.

Angka rasio NPL gross terpantau naik dibandingkan dengan posisi 30 September 2019 yang sebesar 2,96 persen, sedangkan NPL net mengalami penurunan dari 1,13 persen.

Baca Juga :  Wabah Corona, Pembatalan Konferensi Antara Google & Microsoft

Total restrukturisasi perseroan pada kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp237 triliun, naik dari periode sama tahun lalu sebelum pandemi Rp54 triliun.

(DO) sumber.

Leave a Reply