Buka Usaha Kue Rumahan, Mudah Kok

GenBisnis – Syarat utama jika ingin sukses di bisnis kue, cita rasa kue Anda mesti enak di lidah. Entah kue tersebut Anda bikin sendiri atau ambil dari orang lain. Karena alasan utama pelanggan kembali membeli kue Anda adalah karena rasa nya yang pas di lidah. Anda bisa perhatikan, banyak usaha kue yang terpaksa gulung tikar meski belum lama dimulai.

Namun bukan hanya hal ini yang berpengaruh secara keseluruhan, karena rasa itu relatif tidak bisa disama ratakan ke semua pelanggan. Ada yang suka rasa yang lebih asin, ada yang lebih manis dan sebagainya. Maka Anda bisa terapkan beberapa tips berikut ini untuk sukses menggeluti bisnis kue.

1. Merencanakan dengan Matang

Setiap bisnis selalu membutuhkan perencanaan matang termasuk bisnis kue ini, baik bisnis kue basah, bisnis kue kering, maupun bisnis kue rumahan. Perencanaan yang matang dapat mengantisipasi segala rintangan saat Anda menjalankan bisnis kue ini. Anda harus benar-benar memahami dan menguasai dunia bisnis kue ini. Selain itu, miliki minat dan passion yang tinggi sehingga jika terjadi hambatan saat menjalankan usaha, Anda tidak merasa bosan dan tetap bertahan dalam bisnis ini.

2. Mempersiapkan Modal yang Dibutuhkan

Pastikan Anda benar memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam membuat kue yang enak dan lezat, sebagai modal keahlian utama yang Anda persiapkan. Selain itu, persiapan modal juga mencangkup modal untuk membeli peralatan serta bahan-bahan kue yang berkualitas meliputi terigu, telur, mentega, dan bahan lainnya.

Bahan-bahan berkualitas ini penting, meskipun resepnya sudah tepat jika bahan yang digunakan kurang berkualitas, hasilnya kue buatan Anda kurang maksimal. Hal ini perlu diperhatikan terutama pada bisnis kue kering Anda. Pasalnya kualitas rasa pada kue kering harus diutamakan agar kue kering Anda bisa lebih tahan lama, dalam arti tidak cepat kadaluarsa. Jika demikian, Anda bisa mendapatkan banjir orderan yang berarti bisnis kue Anda bisa berjalan lancar.

Namun Anda juga bisa menerapkan strategi sebaliknya, dalam artian memiliki masa kadaluarsa yang lebih singkat, misalkan hanya 3 hari. Biasanya ini dipakai jika Anda memilih untuk usaha bisnis kue basah. Demi menjaga kualitas produk, Anda bisa menerapkan masa kadaluarsa yang relatif cepat. Karena justru jika memakai bahan pengawet akan mengakibatkan pelanggan hanya sekali membeli produk Anda.

Selanjutnya Anda akan membutuhkan modal tenaga kerja atau karyawan, meskipun usaha Anda adalah bisnis kue rumahan. Jika usaha Anda mulai berkembang tentu produksi semakin besar, dan Anda akan membutuhkan karyawan untuk membantu proses produksi.

3. Menentukan Jenis Kue

Lakukan survei tentang jenis kue apa yang paling disukai dan banyak dicari oleh masyarakat. Dengan membaca selera pasar, produksi kue Anda akan terjual habis dan bisnis kue Anda dapat berkembang.

Tentukan jenis kue yang paling tepat untuk diproduksi dan dijual, dengan membuat daftar kue yang laris di pasaran. Hal ini bertujuan untuk menekan ongkos produksi, agar modal yang harus Anda sediakan tidak terlalu besar. Apalagi, bisnis kue basah lebih riskan, karena berbeda dengan bisnis kue kering yang lebih tahan lama.

4. Belajar dari Pesaing
Anda juga harus belajar dari pesaing untuk bisa benar-benar mengerti akan usaha dan bisnis kue ini. Sebagai contoh, mempelajari konsep bisnis kue basah yang bahkan cocok dijual di mana saja dan kapan saja.

Baca Juga :  Kode Keras Dari Pengusaha, Kami Hanya Sanggup Sampai Juni

Baca Juga: Bisnis Kuliner Masih Menggiurkan di 2020

Selain itu, mencari tahu penyebab kebangkrutan pengusaha kue sebelumnya, yang tidak dapat berkembang serta sukses di pasaran. Dengan demikian, Anda bisa belajar banyak bahkan sebelum memulai usaha serta dapat menghindari kerugian yang lebih besar sebagai seorang pemula di dunia bisnis kue ini.

5. Menetapkan Harga yang Kompetitif


Menentukan harga jual tidak bisa dilakukan sembarangan, karena jika terlampau murah tidak sesuai dengan modal yang Anda keluarkan, bisa-bisa Anda malah merugi. Sedangkan bila terlampau mahal, produk anda tidak akan diterima oleh masyarakat. Jadi, usahakan untuk menentukan harga yang kompetitif yang masih menguntungkan Anda tetapi juga ringan bagi pembeli.

Penetapan harga bisa Anda lakukan dengan menghitung bahan-bahan yang digunakan, peralatan dan perlengkapan yang terpakai, serta ongkos dan biaya lain-lain saat proses produksi. Oleh karenanya, lebih baik Anda mencatat segala pengeluaran secara rinci di awal saat memulai bisnis kue ini baik bisnis kue basah, bisnis kue kering, maupun bisnis kue rumahan. Dengan demikian, akan lebih memudahkan Anda untuk menetapkan harga jual nantinya.

Namun, sebagai pemula Anda tidak disarankan mematok harga yang tinggi. Sobat bisnis Codeshop sebaiknya menunggu bisnis kue Anda berjalan lancar dan banyak pelanggan terlebih dahulu, baru bisa menaikkan harga jual secara bertahap.

6. Memahami Pangsa Pasar

Cara memahami pangsa pasar bisnis kue Anda, baik bisnis kue basah, bisnis kue kering, ataupun bisnis kue rumahan, adalah mencari informasi di pasar yang telah dimasuki oleh pesaing sebelumnya. Informasi ini terkait jenis kue, kualitas makanan, serta harga makanan. Dengan demikian Anda tidak salah memasok kue yang tidak diterima oleh pasar karena bisa berakibat bisnis kue Anda akan merugi.

7. Menentukan Lokasi
Dalam bisnis kuliner, lokasi menjadi salah satu faktor utama yang menentukan jumlah modal yang harus Anda persiapkan, jenis kue yang harus diproduksi, serta perkiraan harga dan keuntungannya. Oleh karenanya, Anda harus memilih lokasi yang tepat sebelum memulai usaha bisnis kue ini. Apalagi persaingan yang ketat di bisnis ini membuat Anda harus berhati-hati sebelum memilih lokasi bisnis.

Salah memilih lokasi bisa membuat bisnis yang baru dibuka sulit berkembang. Jadi, sebaiknya sebelum menetapkan pilihan lokasi terbaik, Anda harus melakukan survei untuk mengetahui potensi pasar beserta jenis kue yang diincar oleh masyarakat di lokasi tersebut. Kondisi persaingan juga bisa diketahui dari survei yang Anda lakukan ini.

Sebagai contoh, saat Anda ingin memulai bisnis kue basah, Anda bisa memilih lokasi di pasar tradisional, mal, ruko di kompleks perumahan, atau gerai di tepi jalan. Namun, lakukan perhitungan biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa lokasi tersebut, karena setiap tempat harganya tentu berbeda.

Jika Anda memilih lokasi di mal tentu berbeda jika Anda membuka usaha di tepi jalan. Jika Anda membuka lapak di pasar tentu harga sewanya jauh lebih murah daripada sewa ruko. Perhatikan juga konsep pusat perbelanjaan apakah sesuai dengan bisnis kue Anda atau tidak.

Sebaiknya, Anda memilih lokasi yang sesuai dengan habitat masyarakat penghuninya. Sebagai contoh Anda membuka bisnis kue basah seperti surabi Jawa di ruangan semi outdoor di permukiman yang sebagian besar penduduknya masyarakat Jawa. Tentunya ini lebih prospektif dibandingkan jika Anda membuka di area yang sudah ramai dengan penjual Surabi karena persaingan akan lebih tinggi.

Baca Juga :  Cara Mudah Hilangkan Rasa Cemas Saat Pandemi Corona Covid-19

8. Kreatif dan Inovatif Menciptakan Keunggulan dengan Rasa dan Bentuk


Dengan melakukan survei, Anda dapat lebih berkreasi dan memiliki inovasi saat menjalankan bisnis kue ini. Kreasi dan Inovasi dibutuhkan karena jika Anda dapat menghadirkan sebuah terobosan baru misalnya dalam bisnis kue rumahan, produk Anda akan berbeda dan memiliki nilai lebih dalam rasa dan bentuk dibanding produk pesaing. Dengan demikian, produk Anda dapat laku di pasaran.

Pembeli akan memiliki lebih banyak pilihan dan lebih tertarik untuk mencoba beragam rasa dan bentuk kue yang Anda tawarkan. Namun, saat Anda melakukan terobosan, gunakan sistem yang terstruktur agar dapat mengatur segala hal termasuk produksi kue, sehingga dapat menjadi pendukung yang kokoh bagi bisnis kue Anda.

Inovasi memang justru banyak dilakukan saat proses pembuatan kue, terutama pada bisnis kue kering baik pada bentuk maupun bahan tambahan lain sebagai pelengkap. Pelanggan bisa jadi akan merasa bosan jika membeli kue yang bentuk dan rasanya sama sepanjang waktu.

9. Membuat Brand dan Kemasan Menarik


Kemasan menarik dengan brand tersendiri akan membuat pelanggan tertarik dan berminat akan produk Anda, terutama pada bisnis kue kering. Selain itu, brand dan kemasan yang menarik juga akan memudahkan Anda melakukan promosi, khususnya pangsa pasar anak-anak yang cenderung menyukai kemasan unik dan enak dipandang dengan warna beragam.

Inovasi pada toples pun bisa Anda lakukan untuk menyimpan kue kering Anda. Carilah bentuk yang berbeda dengan toples yang banyak beredar di pasaran yaitu bentuk selain toples bulat yang sudah terlalu umum.

10. Menentukan Cara Pemasaran dan Promosi Produk lewat Internet


Kesuksesan dan kegagalan suatu bisnis termasuk bisnis kue rumahan, tergantung pada cara Anda melakukan promosi dan pemasaran. Anda dapat melakukan promosi dengan memberikan penawaran harga terbaik agar pembeli tertarik. Promosi ini tidak hanya dilakukan secara offline, melainkan akan lebih cepat bila dilakukan secara online melalui media sosial di internet.

Baca Juga: Rahasia Pertahankan Eksistensi Bisnis Kopi

Lakukan terobosan baru dalam pemasaran Anda seperti penawaran diskon secara berkala, buy one get one, mengikuti pameran, meningkatkan rasa dan varian serta tampilan kue khususnya produk bisnis kue basah, memberikan produk tester untuk dicicipi terutama produk bisnis kue kering dan bisnis kue rumahan Anda.

Promosi ini juga harus dilakukan dengan gencar, karena kesuksesan Anda dalam bisnis kue ini tergantung pada kesuksesan promosi yang Anda lakukan. Jadi, usahakan untuk membuat promosi yang menarik dimulai dari door to door terutama untuk bisnis kue kering.

Dengan memperkenalkan langsung kepada teman dan kolega, serta masyarakat sekitar, Anda bisa membuat brosur produk kue disertai ulasan mereka tentang produk Anda. Setelah itu, bisnis kue ini dapat Anda pasarkan secara online melalui media sosial yang tepat seperti Facebook atau Instagram. Jangan lupa, tampilkan produk kue Anda secara menarik dan kreatif dari segi foto produk dan desainnya.

Sumber.

Leave a Reply