Catat! Hal-Hal Yang Bisa dan Tidak Bisa Tularkan Corona

GenBisnis, Jakarta – Virus corona baru menyebar antarmanusia ke seluruh dunia. Virus corona Covid-19 ini diketahui telah menginfeksi orang setidaknya di 60 negara.

Karena virus ini sangat baru, pemahaman para ahli mengenai bagaimana virus ini bisa menyebar pun sangat terbatas. Namun ini beberapa panduan terkait penyebaran virus corona baru Covid-19, dikutip dari New York Times:

Kalau berpapasan dengan orang sakit, apakah saya juga akan terkena?
Kalau kamu sedang mengunjungi tempat publik yang ramai seperti toko, dan kemungkinan ada salah satu yang terinfeksi Covid-19, apakah kamu akan terinfeksi juga? Para ahli sepakat hal itu bisa terjadi namun harus memerhatikan 4 faktor, seperti seberapa dekat kamu, berapa lama kamu berdekatan dengan orang itu, apakah kamu terkena droplet atau tetesan saat dia batuk dan bersin, dan seberapa sering kamu menyentuh wajah. Selain itu, usia dan daya tahan tubuh menjadi faktor utama.

Apa itu Droplet?
Pernah dibahas di artikel GenBisnis sebelumnya, simak apa yang disampaikan Gary Whittaker, profesor virologi di Universitas Cornell menjelaskan droplet adalah tetesan yang mengandung partikel virus. Virus tersebut adalah mikroba kecil yang bergantung pada sel. Virus ini tidak bisa kemana-mana kecuali jika ia masih berada di tetesan lendir atau air liur. Tetesan lendir dan air liur ini dikeluarkan dari mulut atau hidung saat kita batuk, bersin, tertawa, bernyanyi, bernapas, dan berbicara.

Baca Juga :  Tegal Menjadi Satu-satunya Daerah di Pulau Jawa Yang Boleh Beraktivitas di Tengah Pandemi

Virus ini bisa menular jika tetesan virus masuk melalui mata, hidung, atau mulut. Beberapa ahli percaya kalau bersin dan batuk kemungkinan merupakan bentuk penularan utama.

Berapa meter posisi yang dibilang terlalu dekat?
Christian Lindmeier, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan setidaknya kita harus menjaga jarak satu meter dari orang yang terinfeksi. Namun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan berada dalam jarak 2 meter dengan orang yang terinfeksi juga berisiko.

Berapa lama waktu yang dibilang berisiko untuk berada di dekat orang yang terinfeksi?

Hal ini belum diketahui pasti, namun beberapa pakar sepakat lebih banyak waktu bersama dengan orang yang terinfeksi akan lebih berisiko terkena Covid-19.

Bisa nggak kamu mengenali seseorang yang terkena Covid-19?
Jawabannya adalah belum tentu. Karena sebagian orang yang sakit memiliki gejala yang ringan seperti pilek, atau flu. Namun di beberapa kasus orang yang terinfeksi juga tidak menemukan gejala. Namun WHO masih percaya kalau sebagian besar dari mereka yang menyebarkan virus corona baru sebelumnya mengalami gejala saat tertular.

Apakah merek atau jenis sabun yang kamu pakai itu penting?
Menurut beberapa pakar itu tidak menjadi masalah.

Kalau tetangga batuk, perlu khawatir nggak sih?
Tidak ada bukti kalau partikel virus dapat menembus dinding atau kaca, kata Dr Ashish K Jha, direktur Harvard Global Health Institute.Jika tetangga bersin atau batuk di depan halaman rumah kamu, kemungkinan itu bisa berisiko. “Itu akan menjadi cara yang lebih alami untuk mendapatkannya dari tetangga Anda,” katanya.

Baca Juga :  Tips Hindari Begal Malam Hari saat Kondisi Bahaya

Bisakah tertular melalui ciuman?
Beberapa ahli menyebut ciuman bisa berisiko terkena virus corona Covid-19. Meskipun virus corona belum ditemui menular secara seksual, namun WHO menyebut masih terlalu dini untuk mencapai suatu kesimpulan.

Aman nggak sih makan di tempat orang yang sakit?
Jika orang yang sakit menangani makanannya dengan baik, hal itu tidak dapat berisiko. Namun memanaskan kembali makanan bisa membunuh virus, kata Profesor Whittaker. “Sebagai aturan umum, kita belum melihat bahwa makanan adalah mekanisme penyebaran,” jelas Profesor Whittaker, yang telah mempelajari penyebaran virus corona pada manusia dan hewan.

Aman nggak sih kalau kucing dan anjing saya ikut dikarantina bersama yang terinfeksi?
Ribuan orang melakukan beragam karantina, salah satunya karantina sendiri di rumah. Profesor Whittaker, yang telah mempelajari penyebaran virus cona pada hewan dan manusia, mengatakan dia tidak menemukan bukti kalau hal itu dapat membahayakan hewan peliharaan mereka.

Sumber.

Leave a Reply