Cukai Bakal Berlaku Pada Kantong Plastik, Panca Budi Idaman Tidak Khawatir

GenBisnis, JAKARTA – Emiten plastik PT Panca Budi Idaman Tbk. (PBID) mengunkapkan rencana pemerintah untuk menerapkan cukai pada kantong plastik tidak akan mengganggu kinerja perusahaan. jenis kantong plastik yang akan dikenakan tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penjualan perusahaan.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Panca Budi Idaman, kata Lukman Hakim jenis kontribusi kantong plastik yang akan dikenakan pada hanya 10 persen dari penjualan bersih.

“Cukai plastik cuman berlaku pada kantong kresek, kantong plastik berkontribusi untuk penjualan kami sangat kecil hanya 10 persen,” kata Lukman kepada Bisnis, Kamis (2020/02/27).

Seperti yang diketahui, Kementerian Keuangan mengusulkan pengenaan cukai kantong plastik Rp30.000 per kilogram atau Rp 200 per lembar. Dengan asumsi konsumsi 53,530 kilogram per tahun, potensi penerimaan pajak dari kantong plastik bisa mencapai 1,6 triliun per tahun. Jenis kantong plastik yang akan dikenakan pada kantong plastik dengan ketebalan di bawah 75 mikron.

Baca Juga :  Sinyal Pemulihan Komoditas Ekspor Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan siap untuk menerapkan pajak pada kantong plastik tahun ini. Namun, rencana ini harus dibahas lebih lanjut dengan Komisi XI DPR.

“Dalam UU cukai, kami bertugas untuk meminta persetujuan dari Komisi XI yang menambah BKC [barang kena cukai],” kata Sri Mulyani.

Dalam mengantisipasi kebijakan, Panca Budi Idaman akan terus meningkatkan produksi plastik food grade kemasan yang merupakan bisnis utama perusahaan. Plastik jenis Packing dianggap berbeda dari jenis kantong plastik yang akan dikenakan.

“Selain itu, kami telah melakukan diversifikasi produk seperti kotak kue, kertas beras, kotak makanan dan lain-lain,” kata Lukman.

Untuk catatan, Panca Budi Idaman adalah perusahaan perintis yang memproduksi kantong plastik. Dilansir situs resmi perusahaan, emiten bersandi saham PBID produksi berbagai merek kantong plastik seperti tomat, bangkuang, jeruk, cabe, dan wayang. PBID juga tercatat sebagai perusahaan pertama di bidang kantong plastik produk jadi yang memperoleh sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia tahun 2013.

Baca Juga :  Wali Kota Tanjungpinang Juga Terciprat Corona

Hingga September, PBID mengantongi pendapatan sebesar Rp3,49 triliun, naik 10,2 persen. Beberapa 56 persen dari pendapatan disumbangkan oleh produk kantong plastik dan 39,68 persen dari produk biji plastik.

Sumber.

Leave a Reply