Cukup di Rumah, Biar “Tuyul Online” Yang Cari Uang

Genbisnis Jakarta – Kondisi perekonomian menjadi semakin sulit karena Pandemi COVID-19. Bagaimana tidak, pandemi menghambat aktivitas karena penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) hingga maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di Sebagian besar wilayah Indonesia.

Beberapa waktu ini sempat terdengar istilah yang mengejutkan bagi pada pembaca berita. munculnya istilah tuyul online kemudian menghebohkan jagat social media Indonesia.

Istilah yang akhir-akhir ini buming tersebut adalah dropshipper atau ‘tuyul online’. Karena aktivitas ini pada dasarnya tidak butuh modal besar, hanya bermodalkan gadget dan kuota internet. Keuntungan bisa diraih dengan ‘mencuri’ atau memanfaatkan barang atau produk orang lain.

Salah satu dropshipper sukses dan CEO sekaligus founder Digital Class Marketer, Arief Budiman Nasuko secara sederhana menjelaskan, dropship merupakan menjual barang tanpa harus memiliki produk yang dijual.

Baca Juga :  Perangi Hoax, Google Akan Ubah Mesin Pencariannya

“Jadi kita menjual produk orang lain istilahnya jual gambar orang, ketika ada orderan kita teruskan supplier, habis itu ya udah barangnya dikirim supplier,” ujar Arief Budiman, Kamis (17/9/2020).

Dia mengatakan, dropshipper tidak memiliki produk, tidak memiliki risiko kerugian serta tidak mengurus pengemasan barang. Modal seorang dropshipper adalah kuota internet.

Seorang dropshipper bisa saja mengambil produk apa saja, salah satunya dari marketplace. Kemudian, produk itu dijual lagi melalui akun yang dimiliki drosphipper. Selanjutnya, ketika ada pesanan, seorang dropshipper melanjutkan pesanan ke pemilik barang.

Dropshipper berbeda dengan reseller. Untuk menjadi reseller biasanya seseorang harus mengeluarkan biaya.

Arief sendiri terjun sebagai dropshipper pada tahun 2015. Ia terjun ke profesi ini karena pada saat itu ia sakit dan baru saja kehilangan pekerjaan. Kondisi yang membuatnya harus di rumah saat itu memaksanya untuk mencari ide bisnis.

Baca Juga :  Menjadi Pelaku UMKM di Masa Pandemi

RID, SUMBER

Leave a Reply