Dampak Kasus Virus Corona di Indonesia

GenBisnis, Jakarta – Pasien corona di Indonesia telah meningkat dua kali lipat. 4 korban meninggal namun belum perlu dilakukannya lockdown.

Beberapa negara sudah melakukan lockdown seperti Italia, Filipina, dan kota-kota di Cina dan Korea.

Berikut kasus corona di Indonesia:

1. 69 Positif

Data terakhir pada Jumat (13/4/2020) siang, kasus positif corona di Indonesia mencapai 69 orang. Sehari sebelumnya kasus positif virus Corona sebesar 34 orang.

2. 2 Balita Positif Corona

Dua balita dinyatakan positif korona. Ini adalah hasil dari lacak setelah orang tuanya ditemukan terinfeksi.

Dua balita adalah pasien nomor 49 dan nomor 54. Pasien balita nomor 49 berusia berusia 2 tahun dan berjenis kelamin laki-laki dan pasien balita nomor 54 berusia 3 tahun dan juga berkelamin laki-laki.

3. 4 Meninggal

Jumlah pasien positif Corona yang meninggal ada 4. Keempatnya adalah kasus pasien nomor 25, nomor 35, nomor 36, dan nomor 50.

4. 5 Sembuh

Dari total ada 5 pasien yang sembuh dari virus ini. Kelima pasien yang sembuh adalah kasus nomor 1, 3, 4, 14, dan 19.

5. Belum Perlu Lockdown

WHO menyatakan wabah Corona telah menjadi pandemi. Sejumlah negara juga telah mengunci diri (lockdown) dan daerah-daerah yang diduga menjadi pusat wabah.

Namun, Jokowi mengatakan Presiden RI tidak berpikir untuk lockdown.

“Belum memikirkan hal itu,” kata Jokowi dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3/2020).

6. Bentuk Gugus Tugas

WHO melalui Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus telah mengirim surat kepada Presiden Jokowi untuk menyatakan status korona darurat nasional. Namun juru bicara presiden, Fadjroel mengatakan pemerintah telah meningkatkan penanganan Covid-19 dengan menerbitkan Surat Keputusan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Itu untuk mempertajam kemampuan koordinasi pemerintah dalam menangani COVID ke-19.

Baca Juga :  Bank CIMB Niaga Menyampaikan Satu Karyawannya Positif COVID-19

Berikut adalah keanggotaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 terdiri dari:

A. Pengarah:

  1. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan;
  2. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;
  3. Menteri Kesehatan; dan
  4. Menteri Keuangan.

B. Pelaksana

Ketua :

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Wakil Ketua :

  1. Asisten Operasi Panglima Tentara Nasional Indonesia; dan
  2. Asisten Operasi Kepolisian Negara Kepala Republik Indonesia.

Anggota

  1. Unsur Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan;
  2. Unsur Kementerian Kesehatan;
  3. Unsur Kementerian Dalam Negeri;
  4. Unsur Kementerian Luar Negeri;
  5. Unsur Kementerian Perhubungan;
    6.Unsur Kementerian Komunikasi dan Informatika;
  6. Unsur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  7. Unsur Kementerian Agama;
  8. Unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana;
  9. Unsur Tentara Nasional Indonesia;
  10. Unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan
  11. Unsur Kantor Staf Presiden.

7. Pasien Positif Sempat Kabur

Satu pasien positif COVID-19 di RSUP Persahabatan malahan ada yang kabur. Pasien melarikan diri karena tidak ingin ruang perawatan diisi lebih dari satu orang.

Juru bicara penanganan virus Corona Rumah Sakit Persahabatan, Erlina Burhan, membenarkan pasien positif COVID 19 kabur. Dia ditunggu keluarga saat kabur.

Seorang juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, menginformasikan pasien yang bekerja sebagai pelayan yang melarikan diri telah kembali ke Rumah Sakit Persahabatan. Yuri mengatakan bahwa pasien kembali setelah hasil tes keluar dan diuji positif.

Yuri mengatakan, pasien ini hanya keluar dari rumah sakit untuk satu hari. Ini kemudian bisa dijemput lagi oleh Dinas Kesehatan.

Pernyataan Yuri kemudian dibenarkan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) atau RS Persahabatan Rita Rogayah. Pasien yang telah melarikan diri telah kembali ke Rumah Sakit Persahabatan.

Baca Juga :  DKI Siapkan Sekolah Untuk Tempat Tinggal Tenaga Medis dan Ruang Isolasi Pasien Covid-19

8. Ancol dan Monas Tutup

Pemerintah kota menetapkan 17 wilayah rekreasi dan museum awal pada Jumat (13/3/2020). Penutupan ini dilakukan hingga 14 hari ke depan. Berikut adalah 17 tempat-tempat yang:

  1. Monas
  2. Ancol
  3. Kawasan Kota Tua
  4. TM Ragunan
  5. Anjungan DKI di TMII
  6. Taman Ismail Marzuki
  7. PBB Setu Babakan
  8. Rumah Si Pitung
  9. Pulau Onrust
  10. Museum Sejarah Jakarta
  11. Museum Prasasti
  12. Museun MH Thamrin
  13. Museum Seni Rupa dan Keramik
  14. Museum Tekstil
  15. Museum Wayang
  16. Museum Bahari
  17. Museum Joang ’45

9. Solo Liburkan Sekolah

Solo menjadi berstatus kejadian luar biasa (KLB) virus Corona. SD dan siswa SMP ditutup selama 14 hari. Tapi tidak untuk SMA karena siswanya sedang ujian. CFD juga dihapuskan sampai batas waktu yang ditentukan. Ini ditetapkan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

10. Bogor

Berbeda dengan Jakarta, taman rekreasi Bogor tetap terbuka. Seperti The Jungle Waterpark, tetap buka seperti biasa, namun mengikuti imbauan dari Kemenkes dengan menyediakan sejumlah peralatan kesehatan dan pembersihan secara berkala.

11. Bandung

Observatory Bosscha di Bandung ditutup sementara untuk pengunjung. Bahkan PSS Vs Persib tanding tanpa penonton.

12. Semarang

Acara tahunan Semarang Night Carnival (SNC) telah resmi menunda akibat dampak penyebaran Virus Corona. Penundaan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sumber.

Leave a Reply