Di Tengah Kompetitor Bisnis Online Yang Menjamur

Genbisnis Jakarta – Tak sedikit masyarakat kehilangan sumber penghasilan karena pandemi COVID-19. Pada akhirnya, berbagai jalan ditempuh demi bertahan hidup dalam situasi seperti ini.

membuka usaha di rumah pun menjadi salah satu yang paling banyak dipilih masyarakat. Namun, sayangnya tak semua bisnis rumahan berjalan lancar di tengah kondisi yang serba sulit ini. Kemudian tidak sedikit juga yang menyerah di tengah jalan.

Menurut motivator dan penulis buku 7 Keajaiban Rezeki, Ippho Santosa, kondisi seperti sekarang ini harusnya disambut secara positif. Sebab, di saat-saat seperti inilah bisa jadi penentu kesuksesan di masa depan. Bila konsisten, bukan tidak mungkin bisnis rumahan Anda bisa jadi besar di kemudian hari.

“Saya menyambut positif hal ini. Kenapa? Karena bisa jadi ke depan hal ini akan lebih intens, jadi sebenarnya pandemi ini adalah mempercepat kita untuk melek secara online,” kata Ippho dalam program d’Mentor detikcom, Selasa (22/9/2020).

Baca Juga :  Omnibus Law dan Perizinan Berusaha

Menurut Ippho, jumlah pelaku usaha UMKM yang melek digital masih terbilang minim. Bila bisa memanfaatkan peluang ini dengan baik, bisnis rumahan Anda masih mungkin menarik lebih banyak pelanggan dan menjadikannya pelanggan tetap di kemudian hari.

“Saya lihat, faktanya ternyata UMKM kita yang baru melek sama digital sama internet itu walaupun jumlahnya berbeda-beda persentase yaitu sekitar 20-30%. Ini kan kecil sekali sementara jumlah UKM katanya hampir 60 juta tapi yang melek itu kecil sekali kan sayang,” paparnya.

Padahal, pelanggan yang siap beli di internet itu sangat banyak sekali. Terutama pelanggan dari media sosial Instagram.

“Kita lihat juga pengguna Instagram saja itu jumlahnya hampir 58-60 juta penggunanya di mana orang-orang Instagram rata-rata ready to buy, siap membeli karena dia punya handphone biasanya lebih bagus, kamera lebih bagus, berarti daya belinya ada. Nah kemana kita selama ini, apakah kita sudah mempersiapkan di sini atau tidak,” tuturnya.

Baca Juga :  Saran Untuk Pemerintah Agar New Normal Bisa Katrol Ekonomi

Sebab, jumlah uang yang beredar di suatu negara itu kata Ippho tidak berkurang sehingga semua berpeluang untuk menjangkaunya lewat berdagang. Kecekatan dan kreatifitas pun dituntut berperan lebih besar ketimbang rasa ragu.

“Uang ini kan memang selalu berputar, tidak mungkin tidak berputar, jadi uangnya ada, rezeki nya juga pasti ada, tidak mungkin tidak ada. Nah masalahnya sekarang uang itu di kantong siapa, di perusahaan mana dan bagaimana cara kita mendapatkannya. Jadi di sinilah kita perlu yang namanya kreatifitas,” ungkapnya.

RID, SUMBER

Leave a Reply