Ditabrak PSBB 2, Bagaimana Nasib Pengusaha Jasa Pernikahan?

Genbisnis Jakarta – Industri penyedia jasa pesta pernikahan amat terpukul efek pembatasan sosial berskala akbar (PSBB) pada DKI Jakarta diperketat semenjak 14 September. Sebab, pernikahan hanya boleh dilakukan pada Kantor Urusan Agama (KUA) & catatan sipil.
Sementara sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan & Gaun Indonesia (APPGINDO) Andie Oyong menyampaikan pernikahan masih boleh melakukan akad atau pemberkatan. Tetapi buat resepsi memang belum diperbolehkan.

“Jadi sebelum tanggal 14 itu sebenarnya dalam waktu PSBB transisi, teman-teman telah menerima semangat baru ya, telah menerima angin segar untuk event, yes memang bukan resepsi, namun buat program akad atau pemberkatan yg jibila ketika PSBB pertama kan cuma boleh pada KUA atau tempat kerja catatan sipil,” istilah beliau ketika dihubungi, Minggu (20/9/2020).

Baca Juga :  Ramai Perkara Geprek Bensu, Ruben Akan Ganti Nama Usahanya?

“Kemudian boleh pada tempat ibadah, lalu boleh di luar tempat ibadah menggunakan kapasitas 30% hingga 50%. Sudah ada gairah tuh,” sambungnya.

Izin tadi memang bukan buat resepsi besar-besaran akan tetapi biar program pernikahan menggunakan kapasitas yang lebih besar berdasarkan yang diizinkan sebelumnya.Kemudian sebelum 14 September, industri jasa pesta pernikahan dijanjikan akan menerima izin spesifik guna menggelar pesta pernikahan pada gedung atau venue.

“Nah ini ada angin segar waktu itu Disparekraf ada surat yang kemudian dibatalkan yang menyampaikan bahwa kalau misalkan terdapat program pernikahan, bukan resepsi ya, pernikahan yang kapasitasnya lebih luas lagi maka izinnya merupakan izin venue. Nah setiap venue itu lah yg wajib mengajukan biar pada Disparekraf bahwa tempat itu telah layak mengadakan pernikahan,” jelas beliau.

Baca Juga :  Cegah Corona, Presiden Jokowi Telah Mempersiapkan Perpres-Inpres Larangan Mudik Lebaran 2020

Sayang, lalu planning tadi batal lantaran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan agar memperketat PSBB mulai 14 September lalu.

“Eh ternyata berkata lain yaitu begitu Gubernur menyampaikan PSBB jilid 2, tidak PSBB transisi lagi, lalu poinnya dipertegas beliau menyampaikan bahwa tidak diperbolehkan program pernikahan pada gedung, yg boleh hanya pada KUA atau kantor catatan sipil. Nah akibatnya apa nih sekarang? teman-teman pasti sudah langsung drop ya,” tambahnya.

RID, SUMBER

Leave a Reply