Ganjar: Hanya Orang Gila Yang Korupsi Dana Bansos

Genbisnis, Jateng – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan kepada seluruh jajarannya baik ditingkat provinsi maupun kabupaten dan kota untuk menghindari adanya upaya penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) di tengah kondisi pandemi corona saat ini.

Secara tegas, Ganjar menyatakan bahwa hanya orang gila yang siap dilaknat dunia dan akhirat yang tega menyelewengkan dana Bansos.

“Siapa pun di antara kita sekalian yang masih berpikir untuk korup di masa ini, sudah laknat dunia akhirat. Kita doain bareng, itu dilaknat dunia akhirat. Dan orang gila saja kalau hari ini bertindak seperti itu, itu kotor sekali,” ujar Ganjar dalam pernyataan di acara webinar Cegah korupsi di tengah pandemi, Sabtu (9/5).

Kepada para kepala daerah di Jawa Tengah, Ganjar pun berpesan, agar mereka tetap pada tugasnya untuk memastikan segala program pemerintah pusat untuk meringankan beban masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Awas! Bansos Bisa Jadi Ajang Kampanye Politik
Foto: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terima pengurus Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSBI) di kantornya.

“Seluruh persoalan ini tidak mudah, seluruh persoalan ini rumit, maka yang boleh diambil bukan uang rakyat, yang boleh diambil bukan barang rakyat, yang boleh diambil hanya satu, tanggung jawab, dan itu oleh kepala, apakah itu kepala negara, kepala daerah, atau siapa pun yang diberi tugas amanat oleh rakyat,” ucap Ganjar.

“Dan kita harus yakin bahwa kita bisa menyelesaikan dengan sederet regulasi, sederet aturan, sederet kebijakan yang ada. Dan sisakan ruang untuk menyelesaikan solusi, karena kehadiran kita yang dipilih, diberikan mandat oleh rakyat itu untuk menyelesaikan itu. Hentikan keluhan, selesaikan persoalan,” sambungnya.

Agar tindak korupsi dapat dicegah sedini mungkin, Ganjar pun mengerahkan inspektorat jenderal di tingkat provinsi untuk memantau sejak awal proses baik itu pengadaan atau distribusi.

Baca Juga :  6 Tips Agar Untung Berlimpah Dari Bisnis Musiman

Ganjar pun bercerita soal dia yang berkali-kali sempat ditawari beberapa proyek pengadaan alat-alat kesehatan, mulai dari masker berharga tinggi hingga alat rapid test.

“‘Mas, punya saya bisa, lewat sini bisa, segalanya sekarang bisa’. Mungkin pintu-pintu masuk dari orang dagang ini juga agak lemah, maka orang-orang bisa memasukkan barang-barang ini lebih banyak lagi. Ini saya kira, Pak Pahala (Deputi Penindakan KPK Pahala Nainggolan), saya kira PR-nya memang betul, saya duga terjadi perhelatan besar, itu akan menyisakan banyak cuci piring begitu. Nah, agar tidak terjadi, maka inspektorat kita minta pantau dari awal, dan beberapa sudah kerja dengan data,” kata Ganjar.

(AW) Sumber.

Leave a Reply