Hina Trump, Arnold Schwarzenegger Sebut Kerusuhan Capitol AS Seperti Nazi

GenBisnis, Jakarta – Aktor Arnold Schwarzenegger menjadi salah satu seleb Hollywood yang kesal dengan kerusuhan yang terjadi di Capitol Amerika Serikat (AS). Bahkan ia menyebut peristiwa tersebut sebagai kebangkitan Nazi Jerman.

Dalam sebuah episode Objectified, Arnold menuturkan ayahnya dahulu adalah seorang pendukung Nazi yang gagal dan kalah perang. Kemudian, ayahnya menjadi pemabuk dan secara fisik melecehkan Arnold kala muda.

Ia menyebut ayahnya seperti ayah di lingkungannya yakni pemarah dan kasar.

Mantan Gubernur California itu membandingkan serangan kekerasan di Capitol AS sebagai serangan kudeta yang dilakukan pendukung Trump gagal. Ia membandingkannya dengan Kristallnacht atau malam kaca pecah ketika Nazi di 1938 memecahkan jendela milik orang Yahudi.

“Rabu adalah hari kaca pecah di Amerika Serikat,” ungkap Arnold Schwarzenegger dalam video dengan wajah murah dan duduk di atas mejanya.

Baca Juga :  Akibat Covid-19, Neymar dan Mbappe Tetap Bertahan di PSG

“Pecahan kaca berada di jendela gedung Kongres Amerika Serikat. Saat tumbuh dewasa, saya dikelilingi oleh orang-orang yang hancur, meminum rasa bersalah mereka atas rezim paling jahat dalam sejarah,” ungkap pria kelahiran Austria pada 1947 tersebut.

Ia mengungkapkan momen terkelam dalam hidupnya ketika masih kecil. “Ayah saya akan pulang dalam keadaan mabuk sekali atau dua kali seminggu. Dia akan menjerit dan memukul kami, serta menakuti ibu saya,” katanya.

Bintang Terminator itu menyamakan antara ayahnya dan lingkungan di sekitarnya di Austria yang disesatkan oleh kebohongan Nazi. Donald Trump pun menyesatkan para pemilihnya dengan banyak kebohongan.

“Dia (Trump) berusaha membalikkan hasil pemilu yang adil. Dia mengupayakan kudeta menyesatkan orang dengan kebohongan,” katanya.

Baca Juga :  Bubarkan Sholat Jumat Karena Corona, Camat di Pare-pare Dilaporkan Penodaan Agama

Trump disebut Arnold sebagai pemimpin gagal. Bahkan dalam sejarah kepresidenan AS, Donald Trump adalah presiden terburuk yang pernah ada.

“Tidak peduli apa afiliasi politik Anda, saya meminta Anda untuk bergabung dengan saya untuk menyatakan kepada presiden terpilih, Joe Biden,” pungkasnya.

(aj) sumber

Leave a Reply