Ingin Traveling Dengan Suasana Yang Baru?, SpaceX Siap Bawa Kamu ke Antariksa Mulai 2021

GenBisnis, Jakarta – Produsen pesawat ruang angkasa, SpaceX mengumumkan bahwa mereka siap untuk meluncurkan empat wisatawan ke antariksa akhir 2021.

Perjalanan ruang angkasa yang ditawarkan di US $ 52 juta (Rp 712 miliar, US $ 1 = Rp 13,699) per orang. Harga ini mirip dengan perjalanan ruang angkasa SpaceX-Bigelow dengan harga yang setara yaitu US $ 52 juta.

Kedua perjalanan ini bernilai lebih murah SpaceX daripada bersama NASA dengan harga Rp840 miliar. Perjalanan dengan NASA untuk pindah ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akan digelar selama sebulan.

Perusahaan yang digarap Elon Musk ini diketahui telah bekerja sama dengan perusahaan Space Adventures untuk mewujudkan rencana SpaceX ini.

“Tujuan misi bersejarah ini supaya melakukan perjalanan ke ruang dapat dilakukan oleh siapa saja dan kami sangat senang untuk bekerja sama dengan tim Space Adventures,” katanya presiden SpaceX Gwynne Shotwell dan COO.

Baca Juga :  Ilmuwan India Temukan Mutasi Virus Corona Paling Berbahaya

Kemudian, wisatawan akan ditransfer pada pesawat ruang angkasa Rusia membuat pelabuhan antariksa di Cape Canaveral, Florida, USA. Empat wisatawan yang telah terpilih akan menerima pelatihan selama beberapa minggu.

Misi ini disebut akan berlangsung lima hari. Selain itu, misi ini diharapkan akan diterbangkan pada akhir 2021 sampai pertengahan 2022 dari situs peluncuran Cave Canaveral.

Berbeda dengan misi NASA yang memungkinkan wisatawan untuk tinggal di ISS, penerbangan SpaceX hanya membawa wisatawan untuk mengorbit bumi dan kembali.

pendiri Space Adventures Eric Anderson mengatakan misi ini akan meluncur dua sampai tiga kali ketinggian Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Stasiun itu sendiri terletak di ketinggian 400 kilometer dari permukaan bumi (250 mil), seperti dilansir The Verge.

Baca Juga :  Alibaba Tantang Calon Enterpreneur Muda Atasi Dampak Covid-19

Saat ini, Boeing dan SpaceX sedang mengembangkan sistem peluncuran roket dan kapsul untuk tujuan komersial. SpaceX sedang mengembangkan Crew Dragon. Sementara Boeing mengembangkan Starliner.

Ini juga membutuhkan dua perusahaan untuk kembali meluncurkan astronot ke ISS dari tanah AS untuk pertama kalinya. Karena, dalam dekade terakhir, Amerika Serikat tergantung pada Rusia untuk meluncurkan astronot ke orbit mereka.

Sumber.

Leave a Reply