Ini Syarat Agar Vaksin COVID-19 Bisa Segera Diproduksi & Digunakan

Sebelum diproduksi massal dan diberikan kepada masyarakat, vaksin COVID-19 terlebih dahulu melewati tiga tahapan uji klinis. Di setiap tahap pengujian, tim peneliti akan mengevaluasi efek samping yang ditimbulkan vaksin.

Anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K) mengatakan jika pada salah satu fase uji klinis vaksin dinyatakan menimbulkan efek samping berat, pengembangan vaksin tidak dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Adapun saat ini vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia dalam tahap uji klinis ketiga.

“Dari uji klinis vaksin COVID-19 satu dan dua yang sudah dilakukan, tidak ada keluhan efek samping berat. Jika dari fase satu sudah ada keluhan maka tidak akan dilanjutkan ke fase dua. Demikian juga jika ada temuan keluhan atau ada hal yang membahayakan pada fase dua, maka tidak akan dilanjutkan pada uji klinis fase tiga. Dan dalam hal uji klinis ini, pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak,” papar Prof Soedjatmiko dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2020).

Baca Juga :  Jumlah Penumpang Pesawat Turun 90 Persen!

Ia menguraikan uji klinis vaksin COVID-19 tahap ketiga tengah dilakukan di Bandung. Ada 1.620 relawan yang dilibatkan untuk menguji efek vaksin.

“Ada (relawan) yang baru disuntik satu kali dan ada yang sudah dua kali, dan tidak ada keluhan atau efek samping berat yang ditemukan dalam proses uji klinis tahap tiga ini. Pemerintah juga telah mempercayakan penelitian dan pengujian kepada para peneliti dan pengawas vaksin,” ulas Prof Soedjatmiko.

Dokter yang juga Sekretaris Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Ini mengingatkan vaksin bukanlah obat dari COVID-19. Sekalipun vaksinasi sudah dilakukan, protokol kesehatan lewat gerakan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) tetap harus dijalankan. Selain itu aktivitas 3T (testing, tracing, treatment) juga berlanjut.

Baca Juga :  Ikuti Tips Ini Untuk Tangani Lemas Saat Puasa

“Vaksin hanya salah satu upaya untuk menghentikan pandemi hari ini. Vaksin tidak dapat menggantikan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” ujar Prof Soedjatmiko.

(aji)

Leave a Reply