Inilah Syaratnya Bagi WNA Yang Ingin Menetap Lebih Lama di Indonesia Akibat Pandemi

GenBisnis, Jakarta – Akibat pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia ada banyak sekali Warga Negara Asing (WNA) yang ada di Indonesia belum bisa kembali ke negaranya masing-masing, hal ini tentunya membuat mereka harus menetap lebih lama di Indonesia.

Direkrorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi  baru-baru ini telah mengeluarkan beberapa syarat terbaru bagi pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS), Izin Tinggal Menetap (ITAP), dan MERP yang hendak memperpanjang masa berlakunya pada fase new normal.

Pengumuman itu diungkapkan melalui akun twitter resmi @ditjen_imigrasi.

Untuk pemegang ITAS/ITAP/MERP yang tinggal di luar negeri yang telah diberi surat oleh agen atau dewan terkait dapat memperpanjang izin tinggal di kantor imigrasi lokal mulai 13 Juli 2020 dengan 60 hari masa tenggang.

Baca Juga :  Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Perlahan Turun

Jika tidak memperpanjang hingga hingga habis masa tenggang maka harus mengajukan permohonan visa yang baru.

Sementara itu, untuk pemegang surat izin tinggal di atas yang tengah berada di Indonesia sudah bisa dari sekarang memperpanjangnya.

“Jika Anda memiliki izin tinggal yang berlaku yang berada di Indonesia, Anda sekarang dapat memperpanjang Izin Tinggal Anda di Kantor Imigrasi,” bunyi pernyataan Ditjen Imigrasi dikutip Minggu (12/7).

Selanjutnya pemegang izin tinggal 2B21, 2B11, dan D212 sejak sekarang sudah bisa memperpanjang izin substantif, kecuali jika pandemi Covid-19 telah dinyatakan berakhir dan ada transportasi yang tersedia untuk meninggalkan Indonesia.

Lokasi Belanja Oleh-oleh Favorit Wisatawan di Bali

Perpanjangan tersebut mulai dari 13 Juli 2020 dengan tenggat waktu selama 30 hari. Selain itu pemegang Visitor Permits dapat menggantinya ke Stay Permits.

Untuk pemegang ITAS dengan Emergency Stay Permits sudah bisa melakukan perpanjangan.

Pemegang surat tinggal jenis ini dapat mengganti izin tinggal jadi Permanent Stay Permits, namun tidak dengan Temporary Stay Permits yang ia miliki.

Baca Juga :  Persiapan Lion Air Sebelum Kembali Terbang

“Pemegang izin tinggal darurat, tetapi Izin Tinggal Sementara Anda tidak dapat diperpanjang (bukan perpanjangan waktu) akan meninggalkan Indonesia dari 13 Juli dan tidak melebihi 30 hari masa tenggang,” ungkap Ditjen Imigrasi.

Hal ini juga berlaku bagi pemegang surat ITAP. Adapun tanggal perpanjangan mulai 13 Juli 2020 dengan masa tenggat 30 hari sejak tanggal tersebut.

Kemudian untuk pemegang izin Visa on Arrival (VoA) atau B213 yang telah diberikan Emergency Stay Permits juga dapat mengganti jenis surat izin tinggalnya mulai 13 Juli 2020 dengan tenggat waktu 30 hari. Hal ini juga berlaku bagi pemegang Free Visa Holders dengan izin darurat.

Pemegang ITAS dan ITK dengan new visa telex dapat meminta ITAS dan ITK yang baru lewat kantor imigrasi setempat, tidak perlu mengurus di Kedutaan Besar Indonesia atau Konsulat di lua negeri.

Di kantor imigrasi petugas akan memberikan ITAS dan ITK yang baru setelah melunasi biaya administrasi. Pembayaran itu akan jadi bukti pemberian visa.

(EK) Sumber

Leave a Reply