Investor Jepang Suntik Grab Rp 12 Triliun demi Kembangkan Fintech

GenBisnis, Jakarta – Grab dikabarkan bakalan mendapatkan investasi uang tunai dari bank terbesar di Jepang yaitu Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) dan perusahaan IT, TIS Inc sebesar US$ 856 juta atau sekitar Rp12 triliun.

Jumlahnya masing-masing berasal dari MUFG senilai Rp9,9 triliun dan Rp2 triliun dari TIS Inc Inc, Melansir Nikkei Asian Review, dua investor Jepang tersebut berkeinginan memperluas layanan keuangan mereka kepada pengguna Grab di Asia Tenggara.

Presiden Ambil Ming Maa mengatakan bersama-sama akan mengembangkan produk keuangan dan membangun infrastruktur pembayaran digital di Asia Tenggara.

“Investasi ini dimaksudkan untuk Grab ini merupakan bentuk kepercayaan mereka (MUFG dan TIS) pada strategi super-app Grab (berbagai layanan dalam satu aplikas) dan kemampuan kami untuk membangun kesinambungan bisnis jangka panjang,” kata Maa mengutip Channel News Asia, Kamis (27/2).

Baca Juga :  Wabah Virus Corona Melanda Jepang. Bagaimana Dengan Nasib Olimpiade Tokyo 2020?

Grab mengatakan akan menggunakan dana tersebut untuk menawarkan produk dan pinjaman jasa, asuransi, pembayaran, dan keuangan mikro kepada konsumen dan usaha kecil dan menengah (UKM) di Asia Tenggara.

Selain itu, ada kemungkinan Grab kedepannya berinvestasi untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan learning machine.

Menanggapi kerja sama ini, Wakil Presiden Hironori Kamezawa MUFG mengaku telah menyadari digitalisasi perbankan dan fintech sangat terbelakang jika dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya. Sehingga bank membutuhkan sinergi teknologi canggih dan keahlian data manajemen Grab yang eksklusif.

“Kami percaya kerjasama ini akan menjadi transformasi digital yang akan terus berlangsung,” katanya.

“Bank harus berinvestasi cukup dalam untuk teknologi baru, membangun manajemen yang fleksibel dan adaptif yang cocok untuk lingkungan yang cepat berubah.”

Untuk informasi, ekspansi Grab ke sektor keuangan meningkat selama beberapa bulan terakhir. Sebagai pilar utama pertumbuhan, Grab akan terus berinvestasi dalam bisnis baru.

Baca Juga :  Telkom Kucurkan Rp 7 Triliun, Dorong Kemajuan Digital

Target utama untuk jasa keuangan yang sedang dikembangkan yaitu bahwa orang Asia Tenggara dianggap aksesnya tidak terlalu terjangkau ataupun belum keseluruhan yang memiliki rekening bank.

Banyak orang dari Asia Tenggara, yang masih tidak memiliki rekening bank. Sekitar 50 persen orang di Indonesia yang memiliki rekening bank, sementara di Vietnam dan Filipina hanya sekitar 30 persen yang sudah memiliki akses ke bank.

Sumber.

Leave a Reply