Kata Apkindo, Produksi Panel Kayu Turun 24 Persen Masih Cukup Bagus

Genbisis, JAKARTA — Sektor Perkebunan dan perhutanan merupakan dua kegiatan yang dikecualikan pembatasan sosial selama pandemi Covid-19. Namun, pandemi tetap menghantam performa industri hasil kebun dan hutan sepanjang 2020.

Secara presentasi, industri panel kayu merupakan sektor manufaktur yang paling terpukul dari pandemi Covid-19. Pasalnya, volume produksi hingga akhir 2020 diramalkan akan turun hingga 24 persen secara tahunan.

Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) mencatat volume produksi pada Januari—September turun 24 persen menjadi 2,35 juta meter kubik. Adapun, volume produksi hingga akhir tahun akan mencapai 3,13 juta meter kubik lantaran penurunan 24 persen akan bertahan hingga akhir 2020.

Gunawan mencatat setidaknya ada dua hal yang menjadi pendorong penurunan performa sepanjang 2020, yakni pandemi Covid-19 dan curah hujan pada semester II/2020. Gunawan mengkhawatirkan intensitas curah hujan yang tidak mereda akan memukul volume produksi lebih dalam.

Baca Juga :  10 Kota Termahal Akibat Pandemi, Paris Nomor 1, Singapura Merosot

Gunawan menjelaskan curah hujan tinggi menyebabkan aliran bahan baku ke pabrikan tersendat. Pasalnya, hujan membuat jalur logistik darat maupun sungai sulit dilalui bahan baku.

“Kami pengiriman banyak pakai jalan-jalan di hutan. Truk tidak leluasa kalau [jalan] becek. Kemudian, kalau sungai terlalu deras kami gak bisa bawa log [kayu] turun, nanti rakit kayu [bisa] pecah,” ucapnya.

Di samping itu, Gunawan menilai pandemi menjadi pendorong kuat penurunan volume produksi pada kuartal II/2020. Walakin, Gunawan menjelaskan permintaan panel kayu telah mengalami tren penyusutan sejak 2019 akibat perang dagang China-Amerika Serikat.

Dengan kata lain, pandemi Covid-19 mengamplifikasi efek perang dagang. Alhasil, ucapnya, setidaknya telah ada 10 pabrikan yang telah gulung tikar yang membuat total pabrikan panel kayu menjadi 152 unit.

Baca Juga :  BNI Sudah Restrukturisasi Kredit Rp 122 Triliun

Di sisi lain, Gunawan mencemaskan hasil dari pemilihan umum Amerika Serikat yang akan diselenggarakan 3 November mendatang. Pasalnya, jika Joe Biden terpilih, Amerika Serikat cenderung akan melakukan protokol lockdown.

“[Kalau Amerika Serikat lockdown] pasti permintaan turun banyak, sementara Amerika Serikat berkontribusi sekitar 18 persen dari total nilai ekspor panel kayu nasional,” katanya.

(DO) sumber

Leave a Reply