Kedepan Bisnis Komputasi Awan Masih Terang Benderang

GenBisnis, JAKARTA – PT. Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) optimistis setelah terbitnya PP 71/2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) akan menjadikan bisnis komputasi awan menjadi lebih pasti.

Hal ini disampaikan oleh System Analyst PT. Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) Randy Susanto. Menurutnya, prospek bisnis komputasi awan bagi pemain lokal setelah PP 71 berlaku akan semakin cerah dan juga kompetitif.

Menurutnya, melalui PP 71, Randy mengatakan bahwa provider lokal akan makin semangat membangun kemampuan dari komputasi awan negeri, hal ini agar pemain lokal dapat bersaing dengan pemain global.

Kemudian, dia menjelaskan bahwa saat ini Telkomsigma tak lagi berada dalam tahapan membangun tetapi dengan terus memperluas kekuatan dan layanannya.

“Kami menambah kekuatan (capability) dengan cara meningkatkan diferensiasi layanan cloud, meng-upgrade services quality dan memanfaatkan infrastruktur kami sebagai platform andal yang sudah teruji bagi customer yang membutuhkan fasilitas untuk mengoperasikan bisnis berbasis cloud,” terangnya.

Randy mengatakan bahwa dengan kebijakan tersebut, Telkomsigma memandang bahwa tentunya hal ini menjadi peluang bagi pihaknya untuk terus melebarkan sayap bisnis di bidang pusat data, komputasi awan, Informasi dan teknologi (IT) dan pelayanan digital.

Baca Juga :  Bos Garuda Indonesia: Industri Penerbangan Bisa Mati Suri

“Jelas terlihat, meski terdapat PP 71 ini, pemain global tetap saja rela berinvestasi besar, dan berlomba membangun Data Center di Indonesia. Hal ini terjadi karena, dengan hadirnya pusat data di Indonesia, selain aspek data security, mereka juga ingin memperkecil bandwith dan latency (jeda waktu) yang memiliki beban lebih besar jika data dilempar ke luar negeri,” ujarnya.

Selain itu, Randy optimis sekali bahwa dengan kekuatan network dan infrastruktur pihaknya yang tersebar luas di Indonesia, serta pasar yang juga luas, Telkomsigma dapat mencakup ke semua kebutuhan segmen industri.

“Kami lebih percaya diri dalam memenuhi tuntutan pelanggan yang membutuhkan “kejelasan” dimana datanya berada, yang intinya terkait dengan aspek security,” lanjutnya.

Aspek security, dia menambahkan, tidak sebatas domisili data di Indonesia, tetapi juga bagaimana kualitas dan keamanan infrastruktur, keamanan lingkungan, juga dengan dukungan lokal yang siaga 24×7 di Indonesia.

Baca Juga :  Bisnis Kartu Kredit BCA di Tengah Sentimen Corona

Ke depan, dia memandang bahwa tren yang akan terjadi adalah masyarakat dituntut agar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan secara spesifik.

“Seperti halnya, dalam kondisi saat ini dan yang akan datang, untuk memenuhi kebutuhan bisnis, rata-rata perusahaan atau pelanggan tak lagi hanya bergantung pada satu cloud provider, tetapi bersifat multi cloud dari beberapa provider,” jelasnya.

Dia mengutarakan bahwa pihaknya mampu mengorkestrasi beberapa jasa komputasia awan, agar dapat dikelola ke dalam 1 dashboard, sehingga memudahkan pelanggan untuk memantau, dan mengontrol berbagai jasa komputasi awan secara ringkas dan efisien.

Sumber.

Leave a Reply