Lembah Panyaweuyan, Surga Tersembunyi di Majalengka

GenBisnis, Majalengka – Bisa jadi karena wabah virus Corona, Anda mengalihkan tujuan wisata dari internasional ke wisata domestik. Coba alihkan pandangan Anda ke Majalengka, ada satu destinasi yang tengah ngehit di kalangan milenial.


Destinasi itu adalah Lembah Panyaweuyan di Kabupaten Majalengka, tepatnya di Kecamatan Argapura. Dari Jakarta, menggunakan kendaraan roda 4 dan melalui tol layang Japek, tempat wisata ini bisa ditempuh dalam waktu sekitar 3-4 jam saja.

Namun sebelum menuju Lembah Panyaweuyan, kami bertemu dulu dengan Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka Momon Lentuk untuk berbincang sejenak soal potensi wisata Majalengka di kantornya di Majelengka.

“Wisata alam menjadi titik tolak yang dikembangkan, salah satunya Panyaweuyan. Lembah Panyaweuyan ini kalau kita uji banding dengan daerah lain, yang tidak usah saya sebutkan namanya, jauh lebih eksotik, satu dari menjadi pilihan kami menjadi city brand, Majalengka eksotik, Sunda land, diharapkan tahun ke depan wisatawan mancanegara akan berkunjung, ini akan menjadi hal yang baik untuk Majalengka dan indonesia pada umumnya,” ujarnya.

Lembah Panyaweuyan sebenarnya sudah ‘ditemukan’ sejak 1980-an, namun kembali ngehit setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memposting video Lembah Panyaweuyan di akun Instagram-nya. Video itu meraih jutaan viewer.

Baca Juga :  Asphija Sampaikan Bisnis Hiburan Malam Legal Diatur Undang-Undang

Penasaran dengan kondisi Lembah Panyaweuyan sekarang, kami pun langsung menyalakan mesin mobil MPV Toyota Venturer dan bergegas menuju Panyaweuyan. Jalanan di Kota Majalengka sih sudah lumayan bagus, namun begitu belok di daerah Sukasari menuju Lembah Panyaweuyan, keandalan pengemudi mulai diuji.

Jalanan di Sukasari ini tergolong sempit. Beberapa kali mobil yang kami gunakan harus menepi untuk memberi ruang pada kendaraan yang lewat, apalagi kiri-kanan jalan kadang ada tebing yang curam. “Kalau sudah lewat sini, sudah berhasil di Majalengka,” ujar seorang warga. Beberapa kali mobil kami juga harus jalan pelan karena bertemu dengan rombongan pesepeda yang tengah menuju puncak.

Tapi segala kesulitan itu seakan terbayar lunas saat mobil berhenti di parkiran Lembah Panyaweuyan. Begitu keluar mobil, udara sejuk langsung terasa, mirip di Puncak, Bogor. Ya wajar saja, karena Lembah Panyaweuyan ini memang berada di kaki Gunung Ciremai. Ketinggian Lembah Panyaweuyan sekitar 900 meter di atas permukaan laut sedangkan Gunung Ciremai sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Semakin Banyak

Lembah Panyaweuyan merupakan kawasan wisata terasering yang mayoritas adalah tanaman bawang putih dan bawang merah. Terasering di Panyaweuyan berbeda dengan terasering di daerah lain di Indonesia yang biasanya sebuah sawah. Di Lembah Panyaweuyan tidak ada sawah padi. Untuk menaiki sampai puncak Lembah Panyaweuyan, Pemkab Majalengka sudah membangun tangga dan bangunan permanen.

Di bagian puncak Lembah Panyaweuyan, Anda bisa menikmati pemandangan terasering lebih asyik. Beberapa anak muda terlihat sibuk mengabadikan momen di puncak.

Sementara itu di puncak lainnya, ada bangunan kayu yang bisa menguji adrenaline pengunjung, karena kita langsung menghadap ke lembah. Wah, bikin keringat dingin.

Ada lagi spot foto menarik di Lawang Saketeng, mirip sebuah panggung raksasa di atas yang sangat Instagramable.

Karena tempat wisata ini tengah ngehit, siap-siap kalau ada kemacetan di jalan menuju puncak terasering, terutama saat di akhir pekan atau hari libur. “Dulu pas Lebaran, kendaraan di bawah hampir tidak bergerak,” ujar pengunjung lainnya.

Sumber.

Leave a Reply