Longsornya Tambang Batu Bara Ilegal di Desa Tanjung Lalang

Genbisnis – Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan nitrogen dan oksigen.

Selain dilakukan oleh perusahaan besar, rupanya penambangan batu bara juga dilakukan oleh sejumlah warga di daerah tertentu.

Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, menyebut longsornya tambang Batu Bara ilegal di desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim lantaran eksploitasi berlebihan.

Herman menjelaskan kegiatan tersebut dilakukan warga karena banyak perusahaan yang berani menampung hasil penambang ilegal hingga memantik banyak masyarakat melakukan penambangan liar.

Baca Juga :  Arahan Terbaru Dari Presiden Jokowi Kepada Kepala Daerah Dalam Hadapi Virus Corona

“Perusahaan yang menampung hasil tambang ilegal itu harus segera ditindak oleh penegak hukum agar kejadian kemarin tidak terulang kembali,” kata Herman, Kamis, 22 Oktober 2020.

Menurut Herman masyarakat banyak melakukan aktivitas penambangan batu bara ilegal lantaran sangat mudah didapatkan dan tidak memerlukan biaya besar.

Herman mengatakan wilayah tambang ilegal itu tidak hanya diawasi oleh pemerintah daerah tetapi juga diawasi oleh Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) di bawah Kementerian ESDM.

Herman mengaku sejak menjabat sebagai Gubernur dirinya telah membentuk satgas untuk memberantas tambang ilegal di Sumsel. “Tambang ilegal ini butuh pengawasan terus menerus. Selama ini bukan pengawasan yang kurang tetapi banyak aktivitas penambangan liar yang dilakukan sembunyi-sembunyi,” ujarnya.

Baca Juga :  Untung Pengusaha Batubara dan UU Cipta Kerja

RID, SUMBER

Leave a Reply