Kartu Kredit

Mantab! Mulai 1 Mei Boleh Bayar Kartu Kredit Hanya 5% Dari Total Tagihan

GenBisnis, Jakarta – Pemerintah terus menerus mencari cara untuk bisa meringankan beban yang ditimbulkan oleh efek corona di Indonesia. Bank Indonesia (BI) memberikan kelonggaran untuk kebijakan kartu kredit. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan pelonggaran ini berupa penurunan batas maksimum suku bunga.

“Nilai pembayaran minimum, dan besaran denda keterlambatan pembayaran serta mendukung kebijakan penerbit kartu kredit,” kata Perry dalam video conference, di Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Dia menjelaskan penerbit kartu kredit bisa memperpanjang jangka waktu pembayaran bagi nasabah. Dari siaran pers BI disebutkan penurunan batas maksimum suku bunga menjadi 2% per bulan dari sebelumnya 2,25%. Berlaku pada 1 Mei 2020.

Kemudian penurunan sementara nilai pembayaran minimum menjadi 5%, sebelumnya pembayaran minimum 10% berlaku pada 1 Mei 2020 hingga 31 Desember 2020.

Baca Juga :  Peluncuran Mobil Baru Anti Virus Corona di China

Selanjutnya penurunan sementara besaran denda keterlambatan pembayaran menjadi 1% atau maksimal Rp 100.000 dari sebelumnya 3% dan maksimal Rp 150.000 berlaku pada 1 Mei 2020 hingga 31 Desember 2020.

Kemudian BI juga mendukung kebijakan penerbit kartu kredit untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran bagi nasabah yang terdampak COVID-19.

“Mekanisme menjadi diskresi masing-masing penerbit kartu dan berlaku 1 Mei 2020 hingga 31 Desember 2020,” ujarnya.

Bunga Acuan BI Tetap di 4,5%
Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. BI 7 Days Repo Rate ditahan di posisi 4,5%.


“Rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada 13-14 April 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 days reverse repo rate 4,5%” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2020).

Perry mengatakan, suku bunga deposit facility dan lending facility juga tetap.

Baca Juga :  Dari Pemain Bola, Hingga Bisnis Kuliner Kim Kurniawan

“Deposit facility 3,75%, lending facility 5,25%” katanya.

Perry menambahkan, kebijakan tersebut telah disesuaikan dengan kondisi ekonomi global dan domestik. Kebijakan ini dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam ketidakpastian global.

“Keputusan ini perlunya menjaga stabilitas eksternal termasuk stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi dan BI tetap lihat adanya ruang penurunan suku bunga sejalan dengan rendahnya inflasi dan kebutuhan mendorong ekonomi,” katanya.

(QR) Sumber.

4 Replies to “Mantab! Mulai 1 Mei Boleh Bayar Kartu Kredit Hanya 5% Dari Total Tagihan”

  1. Pemerintah di harapkan terus mencetuskan kebijakan kebijikan yg lain yg mengacu pada kepentingan rakyat kecil dan menengah . Ditengah maraknya lapangan kerja di batasi, operasional di batasi. Maka sudah sewajarnya tagihan – tagihan juga di sesuaikan dengan imbas ekonomi sulit yang berdampak pada penghasilan rakyat utamanya.

  2. Nah boleh juga..
    Tapi yg punya kartu kredit mah org kaya boss..
    Orang kecil mah adanya kartu puskesmas

  3. Coba kasih kebijakan yg lebih menyasar tepat sasaran lah pak Jokowi..
    Kartu kredit hanya dinikmati org berduit
    Ojol kayak saya mah apa atuh..

  4. Mungkin bisa diarahkan ke pembayaran cicilan cicilan kendaraan lah boss, syaratnya dipermudah
    Ditunda aja sampe Desember tahun ini ajah..
    Udah bantu banget itu

Leave a Reply