Menaker Beberkan Alasan Tak Naikkan Upah Minimum 2021

Jakarta – 

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membeberkan alasan upah minimum 2021 tidak naik. Upah minimum tahun depan diputuskan sama dengan tahun ini karena dampak pandemi COVID-19 terhadap dunia usaha.

Dia menjelaskan kajian yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) menunjukkan bahwa dampak negatif dari merebaknya virus Corona membuat dunia usaha kesulitan membayar upah.

“Depenas telah melakukan kajian secara mendalam terkait dampak COVID-19 terhadap pengupahan. Yang pertama bahwa pandemi COVID-19 telah berdampak terhadap kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja atau buruh, termasuk dalam membayar upah,” kata dia melalui saluran YouTube BNPB Indonesia, Selasa (27/10/2020).

Demi menjaga keberlangsungan usaha maka pemerintah memutuskan upah tahun depan tak ada perubahan.

Baca Juga :  90 % Karyawan Indosat yang Terkena PHK Terima Paket Kompensasi

“Dalam rangka memberikan perlindungan dan keberlangsungan pekerja atau buruh serta menjaga kelangsungan usaha perlu dilakukan penyesuaian terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19,” jelasnya.

Baca juga:UMP 2021 Tak Naik, Segini Besarannya dari DKI sampai Sulawesi

Dia menjelaskan pula dasar hukum dalam menetapkan upah minimum tahun depan, yakni tetap berpedoman pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020.

Kemudian ada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015, Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2016, dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 15 Tahun 2018.

“Atas berbagai pandangan dan dialog melalui forum Depenas tersebut maka kami mengeluarkan surat edaran yang isinya adalah melakukan penyesuaian terhadap penetapan nilai upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020,” tambahnya.

Baca Juga :  Mal Masih Akan Sepi Hingga Akhir 2020

(ZQ)

Leave a Reply