Mengenal Online Learning di Sekolah Berkurikulum Internasional

Ucard, Jakarta – Pembelajaran siswa di sekolah berkurikulum internasional atau di Indonesia dikenal dengan sekolah SPK (Satuan Pendidikan Kerjasama) ternyata tidak hanya difokuskan dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Ini dilakukan untuk memantik siswa dalam mengembangkan minat dan karakter yang baik.

Jakarta Intercultural School (JIS) misalnya, menawarkan siswanya untuk ikut dalam 500 klub dan aktivitas pilihan yang menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah. Setiap aktivitas dirancang tidak hanya untuk menantang siswa menjadi yang terbaik, sesuai motto JIS ‘Best for the World’, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa hormat, semangat kolaborasi, inklusivitas, dan kepercayaan diri.

Sebagai contoh, siswa high school (SMA) di JIS diajak ikut menanam mangrove langsung ke pesisir pantai. Ini dilakukan untuk mengajari siswa mencegah pengikisan pesisir dan lebih utama lagi untuk mendapatkan pelajaran empati, belas kasih, tanggung jawab, dan kontribusi langsung dalam masyarakat.

Kegiatan akademis maupun aktivitas tersebut bahkan tak berhenti meski kini lebih banyak dilakukan secara virtual karena pandemi. Seperti diketahui bersama, pandemi COVID-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, menyebabkan adanya pembatasan sosial hingga masyarakat diimbau untuk lebih banyak beraktivitas di rumah, termasuk dalam urusan belajar.

Online Learning di JIS, Gimana Sih?

Pada tahun akademik 2020/2021 ini, JIS pertama kalinya menerapkan program home and online learning untuk pembelajaran siswanya. Progam ini dihadirkan agar guru, siswa, dan orang tua tetap terhubung dan saling mendukung, terutama dalam menghadapi masa sulit akibat pandemi.

JIS menerapkan program home and online learning agar pembelajaran dan kegiatan akademik siswa tetap berjalan di tengah kebijakan pembatasan sosial. Meskipun harus menerapkan pembelajaran virtual, JIS ingin siswa, guru, orang tua untuk saling bekerja sama untuk memberikan yang terbaik dalam situasi sulit seperti ini.

JIS beruntung memiliki guru atau pengajar yang bekerja keras memberikan yang terbaik kepada siswa. Lalu ada divisi kurikulum yang mencurahkan banyak waktu, tenaga, dan perencanaan untuk terus merencanakan pendidikan berkualitas tinggi kepada siswa.

JIS telah meningkatkan prinsip desain home and online learning, yaitu strategi keterlibatan dan pembelajaran aktif di sistem ini. Implementasi home and online learning di JIS berbeda-beda di setiap jenjang atau tingkat pendidikan.

Baca Juga :  Berau yang Ramai Saat Natal, Sepi di Tahun Baru

Sebagai contoh, guru high school (SMA) di JIS akan menggunakan metode campuran dalam mengajar, antara asynchronous (komunikasi virtual tidak langsung) dan synchronous, terutama agar siswa tetap aktif meski pembelajaran dilakukan secara virtual.

Dalam metode asynchronous misalnya, guru akan memberi pelajaran dan materi pembelajaran dalam bentuk screencast, webinar, podcast, video, blog, dokumen, slide, atau presentasi dalam platform yang sudah disediakan JIS.

Lalu siswa akan mempelajari hingga mengerjakan tugas yang diberikan. Sementara dalam metode synchronous, interaksi siswa dengan guru maupun antar siswa lebih diutamakan, terutama dalam mempelajari materi yang diberikan oleh guru.

Suksesnya pendidikan di JIS sebagian besar karena adanya kolaborasi yang baik antara guru dan siswa. Di masa pandemi saat ini, komunikasi lebih banyak dilakukan secara virtual. Oleh karena itu, JIS terus mendorong para guru untuk berkomunikasi satu sama lain sebanyak yang mereka bisa, baik kepada orang tua maupun siswa.

Bagi JIS, komunikasi yang baik antara guru dan siswa akan menjadi solusi kreatif untuk menghadapi tantangan sekaligus menjadi pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa.

Dalam pembelajaran program home and online learning di JIS, siswa dengan kelompok usia tertentu, seperti di tingkat elementary school (SD), membutuhkan lebih banyak perhatian dan bantuan dari orang tua selama sesi pembelajaran di rumah.

Orang tua mempunyai peran penting sebagai salah satu pendukung dan penghibur saat anak-anak melewati masa-masa yang tidak biasa (karena pasti berbeda dengan pembelajaran secara fisik) dalam perjalanan akademis saat ini. Hal ini tentu berbeda dengan siswa SMA yang tentu bisa lebih mandiri dan bekerja sendiri dengan baik.

Tak Hanya Pembelajaran, Aktivitas Juga Tetap Berjalan

Tak hanya dalam kegiatan akademis, para siswa JIS juga tetap didorong dapat melakukan kegiatan yang mereka pilih meski secara online dan dari rumah. Bahkan aktivitas atau kegiatan mereka tetap dibimbing oleh guru pembimbing dari JIS.

Baca Juga :  Mobil Bekas GR Yaris Lebih Mahal dari Harga Baru, Tembus Rp 800 Jutaan

Beberapa kegiatan tersebut dapat mudah dilihat melalui laman resmi dan media sosial JIS. Sebagai contoh, klub paduan suara Joint Sound mempersembahkan paduan koor dengan lagu ‘Imagine’ secara virtual untuk memberikan semangat di masa menantang ini. Penampilan mereka diarahkan oleh guru musik JIS high school, John Hatcher.

Lalu ada siswa JIS middle school yang tetap kreatif meski sedang di rumah aja. Dengan dibimbing salah satu guru seni dari JIS Middle School, Jason Maddock, para siswa membuat animasi lipat dan cerita boneka sebagai bagian dari pelajaran baru yang diajarkan saat pandemi ini.

Selain itu, masih banyak aktivitas kreatif dan unik lainnya yang dilakukan siswa JIS di era pandemi ini. Tak bertemu secara fisik karena belajar di rumah saja, nyatanya tak jadi penghalang aktivitas dan kreativitas siswa. Sebab guru maupun pihak sekolah JIS selalu mendukung mereka.

Semua aktivitas itu dilakukan karena sekolah SPK seperti JIS tak hanya mengajarkan siswa dalam hal akademis, tetapi siswa juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang membuat mereka menemukan dan mengasah bakat sekaligus membentuk karakternya. Modal inilah kelak yang bakal menjadi investasi berharga baik untuk siswa maupun orang tua.

Hal ini juga yang membuat banyak lulusan dan alumni JIS yang meneruskan pendidikan di universitas dunia atau bekerja di berbagai belahan dunia. Hal ini sejalan dengan tagline yang diusung JIS yang ingin mendidik siswanya agar bisa berkontribusi untuk dunia. “Learning in Indonesia to be Best for the World”.

Bisa disimpulkan JIS merupakan kesempatan terbaik untuk pendidikan sang anak menghadapi dunia. Anak yang mendapat pendidikan terbaik sejak dini, baik dari sisi akademis, karakter, minat, dan bakat, maka anak tak akan kesulitan menghadapi kebiasaan atau lingkungan baru. Pada akhirnya mampu menjadi masyarakat global yang berdaya saing tinggi.

(aj) sumber…

Leave a Reply