Menguat atau Melemah, Kondisi Rupiah

Genbisnis Jakarta – Kondisi keuangan global saat ini sepertinya tidak dalam keadaan yang baik. Perubahan dan pergeseran kondisi akibat covid terus berakibat pada ekonomi global.

Nilai tukar rupiah berbalik melemah pada awal perdagangan Selasa (22/9/2020) kendati dolar AS masih melanjutkan tren pelemahannya.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.17 WIB rupiah berada di level Rp14.750 per dolar AS, terkoreksi 0,34 persen atau melemah 50 poin.

Adapun, rupiah membuka perdagangan berada di level yang sama pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, di posisi Rp14.700 per dolar AS.

Kinerja rupiah itu menjadi yang terlemah kedua di antara mata uang Asia lainnya, tepat di bawah won yang melemah hingga 0,5 persen terhadap dolar AS.

Baca Juga :  Ini Daftar Leasing Yang Beri Keringanan Kredit Kendaraan

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah 0,11 persen ke posisi 93,552.

Sebelumnya, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi memanfaatkan momentum dari pelemahan dolar AS sehingga masih akan melanjutkan penguatan.

Selain itu, kabar baik vaksin Covid-19 seharusnya juga dapat menjadi katalis positif untuk pasar.

“Pada perdagangan Selasa] kemungkinan rupiah akan menguat  10-40 point di level Rp14.670 hingga Rp14.730 per dolar AS,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (22/9/2020).

RID, SUMBER

Leave a Reply