Menuju Super Hub, Pariwisata Siap Bangkit.

Genbisnis Jakarta – Pemilik usaha telah mengambil ancang-ancang untuk menyambut pulihnya ekonomi di bidang pariwisata yang diprediksi terjadi pada 2023 sejalan dengan rencana pemerintah mendirikan bandara-bandara superhub di sejumlah daerah.

Hariyadi B. Sukamdani selaku Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Resoran Indonesia (PHRI) menyatakan perusahaan-perusahaan anggota asosiasi telah menyiapkan produk-produk usaha dengan penyesuaian harga yang dapat diakses oleh agensi perjalanan.

Dalam kerja sama yang bentuk tersebut, selanjutnya, perusahaan-perusahaan agen perjalanan diminta untuk mengemas paket pariwisata dengan lebih baik. Caranya dengan tidak hanya mengandalkan penjualan tiket dan penginapan, namun juga melayani perjalanan wisata serta membuat event.

“Kita lihat nanti perkembangannya bagaimana. Kalau situasi sudah normal, upaya ini akan memberikan dampak signifikan bagi industri pariwisata,” ujar Hariyadi .

Baca Juga :  Ekonomi Pulih, Produk Terbaru Reksa Dana Bermekaran Tahun Depan

Dengan rencana dan persiapan yang telah dilakukan oleh pelaku industri serta gambaran pemerintah membangun superhub di sejumlah wilayah, wisatawan mancanegara dari sejumlah negara akan menjadi target.

Di kawasan regional, kata Hariyadi, industri pariwisata Tanah Air menargetkan lebih dari 50 juta wisatawan regional Asean. Selain Asean, target lainnya adalah Australia.

Turis asal Thailand sendiri, kata Hariyadi, jumlahnya mencapai 40 juta orang pada 2019. “Kalau pemerintah pintar mengatur sektor penerbangan yang rencananya bakal disulap menjadi superhub itu, bisnis pariwisata di Indonesia akan kembali kencang pascapandemi,” ujarnya.

Terkait dengan rencana pemerintah membangun bandara superhub, Hariyadi juga menilai hal tersebut mesti dibarengi dengan daya tarik di sektor pariwisata yakni memaksimalkan destinasi wisata Tanah Air sebagai modal utama.

Baca Juga :  Hari Kartini : Bu Guru ini Bagikan 1.000 Masker Pakai Vespa

RID, SUMBER

Leave a Reply