Museum Ferrari Tutup Sementara Gara-Gara Corona

GenBisnis – Penyebaran virus Corona atau Covid-19 mulai menghantui daratan Eropa, termasuk Italia. Lantaran virus corona yang kian menyebar, Ferrari sampai menutup sementara dua museumnya yang berada di Maranello dan Modena. Hal itu dilakukan setelah diminta oleh pemerintah setempat.

Mengutip dari CNBC, penutupan ini jelas dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di markas Ferrari, Maranello. Pasalnya, telah ada 220 kasus covid-19 di Italia.

Di dalam sumber yang sama, Ferrari menyatakan bahwa mereka siap melakukan beberapa langkah baru jika diperlukan. Akibat virus corona, saham mereka juga turun 5% mulai pekan lalu (24/2).

Belasan kota yang berada di wilayah Lombardy Italia, termasuk Milan dan Maranello juga telah mengunci diri dari kunjungan wisatawan. Sekolah, pusat bisnis, dan restoran ditutup, serta membatalkan acara publik.

Sebelumnya, beberapa event otomotif harus batal lantaran ancaman virus corona, seperti MotoGP Qatar 2020 yang harusnya digelar mulai 5 Maret mendatang, serta Geneva Motor Show 2020.

Baca Juga :  Tidak Patuhi Aturan, Seorang Menteri di Brasil di Denda Karena Tak Pakai Masker

Geneva Motor Show 2020 Batal Digelar karena Virus Corona

Kabar mengejutkan datang dari daratan Eropa. Geneva Motor Show 2020 yang sedianya berlangsung 4-15 Maret 2020 batal digelar. Keputusan ini terkait penyebaran virus Corona yang meluas hingga Benua Biru.

Panitia penyelenggara mempertimbangkan untuk tidak menggelar Geneva Motor Show 2020, karena khawatir virus berkode COVID-19 akan semakin meluas penyebarannya. Baru-baru ini, telah dipastikan sejumlah kasus Corona positif berjangkit di Jenewa serta beberapa bagian negara Swiss.

Kasus di Swiss ini menyusul wabah Corona di bagian utara Italia yang kemudian merembet juga kasus-kasus serupa lainnya  di sejumlah negara Eropa. Geneva Motor Show 2020 dijadwalkan berlangsung mulai 3 Maret 2020, hari Rabu mendatang, sampai dengan 15 Maret 2020.

Pemerintah Swiss berupaya mencegah penyebaran wabah ini dengan melarang gelaran acara atau pertemuan yang berskala besar. Keputusan diumumkan pada Jumat (28/2) pagi waktu setempat.

Baca Juga :  Anggota Komisi IX Fraksi PKS DPR RI Minta pemerintah Evaluasi program Kartu Prakerja

Kekhawatiran Corona“Mengingat situasi saat ini dan penyebaran virus Corona, Dewan Federal telah mengategorikan situasi di Swiss sebagai ‘khusus’ dalam hal Undang-Undang Epidemi. Acara berskala besar yang melibatkan lebih dari 1.000 orang harus dilarang,” kata kabinet pemerintah Swiss, dikutip Autocar.

“Larangan mulai berlaku segera dan akan berlaku setidaknya sampai 15 Maret,” lanjut pengumuman tersebut.

Geneva Motor Show telah menjadi salah satu pameran otomotif terbesar di dunia, yang rutin digelar setiap tahun di bulan Maret. Pameran ini bahkan menjadi agenda wajib pabrikan otomotif untuk memperkenalkan produk dan teknologi terbarunya, pertama kali di dunia.

Diperkirakan, pameran akbar di Swiss ini bakal didatangi oleh ratusan ribu orang. Pada tahun lalu, tercatat sekitar 602.000 orang mendatangi Geneva Motor Show.

Sumber.

Leave a Reply