Musim Kawin Paksa Bank Dimulai!

GenBisnis, Jakarta – Pemerintah menerbitkan aturan darurat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Lewat perppu alias aturan pemerintah pengganti undang-undang ini, Otoritas Jasa keuangan (OJK) berwenang “memaksa” bank melakukan konsolidasi untuk meningkatkan modal inti.

Ya, akhir Maret 2020 lalu, Presiden Jokowi meneken Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan keuangan Negara dan Stabilitas Sistem keuangan dalam Penanganan Pandemi Covid-19 dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem keuangan. Berdasarkan beleid tersebut, OJK diberi kewenangan untuk melakukan penggabungan atau peleburan bank-bank yang “bermasalah”. Tak terkecuali dari sisi permodalannya.

Ketentuan ini tertuang dalam Pasal 23 ayat 1 huruf a perppu tersebut. Adapun titah pasal itu berbunyi: “…Memberikan perintah tertulis kepada lembaga jasa keuangan untuk melakukan penggabungan, peleburan, pengambilalihan (akuisisi), integrasi, dan/atau konversi.”

Baca Juga :  Gak Perlu Panik, Jokowi Jamin Tersedianya Stok Sembako

Bila ditengok ke belakang, Perppu Nomor 1 Tahun 2020 menjadi “obat kuat” sekaligus payung hukum bagi OJK untuk menggenjot permodalan bank-bank di dalam negeri. Ini terutama bagi bank yang memiliki modal inti di bawah Rp 3 triliun.

Pada pertengahan Maret lalu, OJK juga telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Ada dua pokok aturan yang dititahkan dalam beleid ini.

Pertama, pengaturan mengenai peningkatan modal inti minimum bagi bank umum dan peningkatan capital equivalency maintained asset (CEMA) minimum bagi kantor cabang bank yang berkedudukan di luar negeri masing-masing paling sedikit Rp 3 triliun, dan paling lambat dipenuhi pada 31 Desember 2022.

Baca Juga :  PSBB Dilonggarkan, Omset Sampoerna Ngepul Lagi

Kedua, pemegang saham pengendali (PSP) dapat memiliki satu atau beberapa bank dengan memenuhi skema konsolidasi bank. Di antaranya, penggabungan, peleburan, atau integrasi (akuisisi dan merger). Skema ini juga mencakup pembentukan bank baru.

Leave a Reply