Negara-negara yang Kembali Lockdown Ketat Akibat Lonjakan COVID-19

GenBisnis, Jakarta – Di berbagai negara, pandemi Corona masih belum teratasi. Bahkan, kini muncul beberapa varian baru Corona yang menambah kekhawatiran karena disebut-sebut lebih cepat menular. Varian baru ini antara lain diidentifikasi di Inggris dan Afrika Selatan.

Bertambahnya kasus infeksi COVID-19 setiap hari membuat beberapa negara kembali memberlakukan kebijakan lockdown. Ini dilakukan untuk menekan jumlah kasus yang semakin bertambah dan membebani fasilitas kesehatan.

Berikut beberapa negara yang memberlakukan lockdown lagi yang telah dirangkum detikcom dari berbagai sumber.

1. Inggris

Setelah meluncurkan vaksin virus Corona Oxford-AstraZeneca, Inggris akan segera menerapkan kebijakan lockdown lagi. Keputusan ini diumumkan oleh Perdana Menteri Boris Johnson pada Senin (4/1/2021) waktu setempat.

Berdasarkan keputusan yang diumumkan tersebut, seluruh wilayah Inggris akan ditutup atau lockdown mulai Rabu (6/1/2021). Temuan strain baru Corona menyebabkan COVID-19 lebih cepat menyebar ke seluruh Inggris.

“Kebanyakan wilayah sudah menerapkan langkah ekstrem, sudah jelas bahwa kita butuh melakukan yang lebih, secara bersama-sama, agar varian baru ini bisa terkontrol saat vaksinasi kita bergulir,” kata Boris Johnson yang dikutip dari AFP, Selasa (5/1/2021).

2. Lebanon

Selain Inggris, Lebanon juga mengumumkan kebijakan lockdown penuh selama tiga minggu, termasuk jam malam, untuk mencegah peningkatan kasus COVID-19 di negara tersebut. Hal ini dilakukan karena rumah sakit di negara tersebut sudah menghadapi krisis keuangan.

Menteri Kesehatan yang tengah menjabat saat ini, Hamad Hasan mengatakan lockdown akan dimulai pada Kamis (7/1/2021) hingga 1 Februari 2021.

Lebanon mengumumkan penguncian penuh selama tiga minggu, untuk membendung peningkatan infeksi COVID-19 yang mengancam rumah sakit di negara yang sudah menghadapi krisis keuangan. Lockdown ini juga mencankup jam malam dari pukul 6 sore sampai 5 pagi.

Baca Juga :  Indonesia Keluarkan Rp 10,3 Triliun untuk Lawan Virus Corona, Berikut Rinciannya

“Jelas bahwa tantangan pandemi sudah mencapai tahap yang sangat mengancam nyawa warga Lebanon, karena rumah sakit tidak mampu menyediakan tempat tidur,” jelas Hasan pasca pertemuan komite kementerian tentang COVID-19, dikutip dari Reuters, Selasa (5/1/2021).

3. Beijing

Ibu Kota China, Beijing, juga tengah mengalami kondisi darurat akibat COVID-19. Hal ini memaksa sebagian wilayah di sana untuk menerapkan lockdown.

Pada Selasa (29/12/2020) lalu, pemerintah setempat mengumumkan akan menutup 10 area di Beijing. Sejak 18 Desember lalu, di wilayah tersebut juga telah ditemukan kasus baru yang terdiri dari 16 kasus infeksi dan tiga kasus asimtomatik.

“Enam kecamatan, tiga bangunan dan satu zona industri termasuk di antara kawasan yang dikunci,” kata seorang pejabat kota Beijing pada konferensi pers, yang dikutip dari Reuters beberapa waktu lalu.

“Pencegahan dan pengendalian COVID di ibu kota perlu memulai mode darurat,” lanjutnya.

Dengan berlakunya kebijakan lockdown ini, semua pertemuan skala besar seperti pameran kuil dan acara olahraga dibatalkan. Jumlah penumpang transportasi umum juga dibatasi.

Selain itu, kapasitas tempat hiburan juga turun hingga 75 persen, dan juga mendesak seluruh masyarakat yang ada di Beijing untuk tetap tinggal di rumah selama liburan ini.

4. Thailand

Pemerintah Thailand juga memutuskan untuk memberlakukan kebijakan lockdown Kota Bangkok, akibat adanya lonjakan kasus virus Corona. Sekolah-sekolah yang ada di wilayah tersebut juga ditutup sementara selama dua pekan.

Pemerintah juga akan membangun lusinan pos pemeriksaan di seluruh kota untuk mencegah adanya kasus COVID-19 di sana.

Baca Juga :  Juli Rakyat Indonesia Mulai Hidup Normal ujar Doni Monardo

“Kami sebenarnya tidak ingin menggunakan tindakan ekstrem seperti lockdown dan memberlakukan jam malam, tapi kami membutuhkan cara yang lebih kuat untuk mencegah lonjakan baru,” kata Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Thailand, Taweesin Visanuyothin dikutip AFP, Sabtu (2/1/2021).

Kebijakan lockdown nasional dan pembatasan jam malam di wilayah ini rencananya akan mulai diberlakukan pada 4 Januari hingga 1 Februari 2021.

5. Jerman

Pemerintah Jerman juga memutuskan untuk melakukan lockdown lagi mulai Desember 2020 hingga Januari 2021. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan adanya lonjakan kasus yang terjadi akhir-akhir ini.

“Saya berharap cara yang lebih ringan. Tapi karena belanja Natal jumlah kontak sosial sangat meningkat,” kata kanselor Angela Merkel, dikutip dari Reuters, beberapa waktu lalu.

“Ada kebutuhan mendesak untuk melakukan sesuatu,” tegasnya.

Selama lockdown, hanya toko-toko tertentu seperti supermarket dan apotek yang diperbolehkan beroperasi, sementara bank masih diizinkan buka hingga 16 Desember. Untuk salon rambut dan kecantikan, studio tato, hingga sekolah diwajibkan tutup.

Sementara perusahaan diminta untuk tutup dan memerintahkan karyawannya untuk bekerja dari rumah (work from home).

“Lockdown ringan memberikan dampak, tetapi tidak cukup. Situasi tidak terkendali,” kata perdana menteri Bavaria, Markus Soeder.

(aj) sumber

Leave a Reply