Peluang Usaha Hadapi Jurang Resesi

Genbisnis Jakarta – Indonesia kemungkinan besar masuk ke jurang resesi ekonomi dalam kuartal III 2020. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi diprediksi kembali Menurun pada tengah pandemi covid-19.

Dalam keadaan resesi ekonomi, warga dituntut agar  lebih kreatif mencari penghasilan. Pasalnya, tidak terdapat satupun yang mampu memprediksi kapan pandemi berakhir.

Salah satu cara agar memperoleh pundi-pundi rupiah di tengah tekanan ekonomi iyalah melalui wirausaha. Bahkan, sejumlah bisnis dapat dimulai menggunakan modal sedikit (low budget) bahkan tanpa modal (zero budget).

Perencana Keuangan berdasarkan Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menyampaikan jenis bisnis yang sanggup dipilih sang warga yang minim modal ialah berjualan memakai skema reseller juga dropshipper.

Reseller merupakan orang yang menjual pulang produk berdasarkan pihak supplier pada konsumen. Namun, reseller wajib menyiapkan stok barang terlebih dulu.

Sedangkan dropshipper merupakan orang yang menjual suatu produk milik supplier pada konsumen tanpa wajib menyiapkan stok barang terlebih dahulu. Dropshipper hanya menjual pada konsumen menggunakan menunjukkan gambar produk.

“Kalau mau menekan modal awal, ada tidak produsen yang memberikan fasilitas atau untuk penjualan reseller. Apalagi kalau boleh sistem dropshipper, itu sangat menekan modal, hanya modal kuota internet untuk pasarkan barang tersebut,” ungkapnya pada CNNIndonesia.com, Senin (21/9).

Baca Juga :  Wali Kota Surabaya Memberikan 16 Pesan Pencegahan Virus Corona di Surabaya

“Jadi butuh waktu untuk konfirmasi ke produsen, & konfirmasi balik ke calon klien. Beruntung kalau jawabnya cepat, kalau lama ada delay, itu akan menurunkan kepuasan klien atau mempengaruhi keputusan beli tidaknya kalau terlalu lama,” ungkapnya.Namun, sistem tadi mempunyai kelemahan, yaitu membutuhkan proses penjual untuk menanyakan ketersediaan stok barang pada supplier. Akibatnya, penjual tidak mampu merespons dengan cepat ketersediaan produk yang diminta oleh pembeli.

Untuk produknya sendiri, Andy menyarankan menjual produk yang digandrungi warga pada kondisi seperti ini. Misalnya, produk kuliner beku (frozen food), masker muka, juga perlengkapan hobi bertanam. Pasalnya, produk-produk tadi paling dicari warga saat ini ketika bekerja dari rumah (WFH).

“Apalagi dengan budget yang terbatas kemudian daya beli masyarakat sekarang ini terbatas juga, maka kami persempit untuk usaha lebih pada yang laris di pasar dulu,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan peluang bisnis paling menjanjikan di tengah resesi ekonomi adalah bisnis makanan. Pasalnya, makanan adalah kebutuhan pokok semua orang, meskipun di tengah resesi ekonomi.

Baca Juga :  Gawat! Jumlah PHK Tembus 10 Juta

“Kalau bicara bisnis yang tidak akan kena pengaruh krisis yaitu makanan, karena orang butuh makan,” ucapnya.

Untuk menekan modal, dia menyarankan menggunakan sistem preorder (PO), yaitu penjual hanya menyediakan sejumlah pesanan dari konsumen. Selain itu, pembayaran pun diterima penjual di awal sehingga bisa menjadi modal untuk membelanjakan bahan makanan.

Selain itu, penjual juga bisa memanfaatkan perkembangan teknologi melalui sosial media hingga layanan antar online. Jadi, penjual tidak harus mengeluarkan modal untuk membuka toko atau warung karena bisa memasak di rumah.

“Jadi tidak harus punya dana besar, kalau bisa masak sambil masak buat keluarga sendiri, lalu sebagian dijual. Tidak harus punya tempat juga karena sekarang sudah ada sosial media dan aplikasi antar online,” ucapnya.

Namun, Eko mengingatkan jualan makanan juga memiliki risiko yakni cepat busuk. Oleh sebab itu, ia menyarankan antisipasinya adalah sistem PO, sehingga penjualan hanya membuat sejumlah pesanan konsumen.

Selain makanan, menurutnya bisnis yang cukup menguntungkan di tengah pandemi adalah berjualan paket data dan perlengkapan hobi seperti cocok tanam dan sepeda. Namun, keduanya membutuhkan modal besar ketimbang bisnis makanan rumahan.

RID, SUMBER

Leave a Reply