Pengusaha Hiburan Di Jakarta Terancam Bangkrut

Pengusaha hiburan dan spa di DKI Jakarta, mengaku terancam bangkrut akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus corona.

Kondisi tersebut semakin buruk akibat beban operasional seperti biaya listrik yang masih ditanggung di tengah berhentinya aktivitas usaha.

Berita tersebut menjadi salah satu yang populer kumparanBisnis, Rabu (22/7). Selain itu, Menteri BUMN Erick Thohir menyinggung soal padatnya acara seremonial para direksi BUMN, juga paling banyak dibaca.

Informasi mengenai daftar 10 negara dengan PDB teratas pada 2024 juga masuk dalam berita populer kali ini. Berikut rangkumannya:

Pengusaha Hiburan dan Spa di DKI Terancam Bangkrut

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija), Hana Suryani, mengatakan nasib para pengusaha hiburan tengah di ujung tanduk. Mereka sudah tak memiliki pemasukan sama sekali selama 4 bulan terakhir.

Baca Juga :  Bandara Soekarno-Hatta Jalankan Prosedur Ketat Demi Cegah Penyebaran Virus Corona

“Kami sudah diujung tanduk semuanya, rumah-rumah pada diusirin, terus pengusaha aset-asetnya diagunkan dan itu sebentar lagi akan ditarik oleh bank, yang ada kita gelandangan semua,” kata Hana saat dihubungi, Rabu (22/7).

Dalam kondisi tidak adanya penghasilan itu, para pengusaha masih harus membayar keperluan seperti listrik. Ia mengakui sudah banyak tempat hiburan yang disegel karena tidak bisa melunasi tagihan.

Erick Thohir Sentil Dirut BUMN yang Banyak Acara Seremonial

Menteri BUMN Erick Thohir menyentil padatnya acara seremonial yang diikuti direktur utama (dirut) perusahaan pelat merah. Padahal ia telah menginstruksikan para direksi itu membagi-bagi tugasnya sehingga bisa fokus dalam bekerja.

Erick mencontohkan ketidakikutsertaan dirut dalam acara penandatanganan kesepahaman bersama antara Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Rabu (22/7), merupakan salah satu kebijakannya agar Dirut BUMN tak harus hadir di setiap acara seremonial.

Baca Juga :  Bursa Global Menurun, IHSG Semakin Terpuruk

“Mohon maaf ibu, ini bukan tidak menghormati, tapi karena memang policy-nya dari saya kalau bisa dirut jangan kebanyakan acara. Jadi setiap acara itu lebih baik dibagi tugaskan,” ucap Erick dalam sambutannya,

aw/sumber.

Leave a Reply