Persaingan Obat Covid, Perang Tarif Obat Perusahaan Farmasi

Genbisnis – Seperti yang sebelumnya telah diberitakan Kalbe Farma telah secara resmi mendistribusikan obat untuk covid-19. Namun ternyata tindakan yang serupa juga diambil oleh perusahaan farmasi PT Indofarma.

Perusahaan farmasi di Indonesia mulai perang tarif obat remdesivir impor untuk pasien Covid-19. Wakil Dekan Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Muchtaridi mengatakan, semakin banyak industri atau kompetitor serta volume (batch) produksi obatnya maka harga akan menjadi lebih murah. “Karena perang tarif obat di Indonesia sudah lazim untuk obat paten,” ujarnya yang dihubungi Ahad, 4 Oktober 2020.

Pada 1 Oktober lalu PT Kalbe Farma mengumumkan obat remdesivir yang akan diedarkan ke rumah sakit di Indonesia seharga Rp 3 juta per kemasan vial. Adapun PT Indofarma menawarkan harga lebih murah yaitu kurang dari Rp2 juta. Belakangan PT Kalbe Farma menurunkan harga obat Covid-19 itu menjadi Rp 1,5 juta atau separuh dari yang diumumkan perdana.

Baca Juga :  Untung Berlimpah! Rahasia Sukses Bisnis Parcel Jelang Lebaran

Sebelumnya diberitakan Indofarma akan segera memasarkan Desrem, obat antivirus berbentuk serbuk injeksi liofilisasi yang mengandung zat aktif remdesivir. Direktur Keuangan Indofarma Herry Triyatno mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Mylan Laboratories Limited di Bangalore, India untuk pengadaan obat antivirus tersebut. Sementara Kalbe Farma akan memasarkan remdesivir Covifor buatan Hatero India yang diimpor PT Amarox Pharma Global

Muchtaridi mengatakan kemungkinan besar masih ada lagi produsen lain yang ikut dengan harga remdesivir lebih murah. “Karena pesaing India dalam bahan baku obat ada Cina,” kata dia. Selain itu jika banyak dokter yang menyatakan remdesivir ini efektif sebagai obat bagi pasien Covid-19 maka kemungkinan penggunaan obatnya akan meningkat.

Soal kemungkinan remdesivir kelak akan berlimpah hingga dijual di apotek, kata Muchtaridi, obat itu tidak bisa dijual bebas. Alasannya karena remdesivir tergolong obat keras. “Tidak bisa dijual bebas harus dengan pengawalan ketat dari dokter dengan menggunakan resep,” ujarnya.

Baca Juga :  Investasi Bodong : Warga Parepare Rugi Hingga 1,5 M

Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Nucki Nursjamsi Hidajat mengatakan, remdesivir hanya diberikan untuk pasien Covid-19 yang kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU). Pasien Covid-19 yang tergolong ringan hingga sedang diberi obat lain seperti avigan.

Soal keampuhan remdesivir menyembuhkan pasien Covid-19 menurut Nucki, sejauh ini belum ada obat yang efektif. “Semua juga masih prediksi-prediksi,” katanya.

RID, SUMBER

Leave a Reply