Potensi Bisnis Hotel di Era Industri 4.0

Ada beberapa hal yang menyebabkan potensi bisnis hospitality, nama lain dari industri perhotelan kian hari kian meningkat.  Pertama jumlah penduduk Indonesia  yang saat ini berjumlah 267 juta jiwa. Indonesia sebagai sebuah  negara kepulauan, maka potensi wisata alamnya cukup menarik dan banyak pilihan.

Bicara soal sektor pariwisata, yang di dalamnya ada industri hospitality (perhotelan). Rasanya inilah salah satu sektor yang cukup siap dalam menghadapi Era  Industri 4.0. Betapa tidak, jika kita lihat kondisi yang terjadi dalam industri perhotelan maka kita akan dengan mudah melihat perubahan dan perkembangan  yang begitu terlihat dari industri tersebut. Dimana saat ini pelaku bisnisnya  tidak  hanya memasarkan produkya secara konvensional tapi sudah masuk dalam konsep digital marketing  dengan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jaringan pemasaran hotelnya.

Bagusnya kondisi dalam industri perhotelan-pun turut di amini oleh Garth Simmons, COO Accor Hotel Indonesia, Malaysia dan Singapura. Menurutnya, saat ini pasar wisatawan domestik/ komunitas lokal  sangat bagus. Itulah yang pada akhirnya  dengan melihat besarnya potensi yang ada di dalam negeri, maka Manajemen  Accor menambah 4 hotel baru lagi di Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri, perubahan struktur bisnis yang terjadi pada industri perhotelan memang pada akhirnya membawa dampak positif dan negatif  bagi pelaku industrinya sendiri. Ambil contoh, untuk dampak positifnya, saat ini masalah klasifikasi hotel bintang  bisa jadi tidak selalu menjadi perhatian customer. Karena dengan model pemesanan online, maka rumah tinggal-pun bisa dijadikan objek pemesanan customer pada saat mereka sedang berlibur ke suatu tempat wisata. Negatifnya adalah dengan begitu mudahnya customer melakukan pemesanan hotel atau tempat menginap lainnya secara langsung hal itu membawa dampak pada penurunan  tingkat hunian hotel di suatu lokasi wisata tertentu.

Baca Juga :  Inilah 4 Hal Larangan Mudik Yang Wajib Diketahui

Kondisi inilah yang pada akhirnya menjadi satu pemikiran tersendiri bagi para pelaku bisnis di sektor industri perhotelan. Era Industri 4.0  yang saat ini sedang terjadi, memang perubahan yang terjadi pada iklim bisnis perhotelan di pengaruhi oleh beberapa hal seperti : terjadinya perkembangan teknologi komunikasi, munculnya generasi millennial yang pada akhirnya memiliki peran cukup signifikan dalam mempengaruhi  sebuah sektor bisnis serta terjadinya perubahan pola pikir dan sikap dari pelaku industrinya agar perubahan yang terjadi dalam industri tersebut tidak membawa dampak negatif bagi perubahan kinerja perusahaan hotelnya.

Untuk itulah, menyikapi perubahan yang begitu cepat, maka pelaku dalam industri perhotelan perlu melakukan terobosan atau  inovasi-inovasi strategis guna menyikapi kondisi yang saat ini terjadi. Seperti misalnya yang dilakukan oleh Azana Hotels & Resort Management. Manajemen hotel ini telah melakukan inovasi dengan model strategi zooming. Artinya manajemen melakukan service dengan melibatkan tidak saja service di sektor hotelnya saja tapi mencoba berkolaborasi dengan produk lain seperti adventure, optimalisasi bisnis lain yang mungkin masih satu group atau beda group dengan adanya gimmick marketing.

Baca Juga :  Efek Corona: Harga Wine Lebih Murah Dibanding Vitamin C

Hasil akhirnya adalah customer bisa memanfaatnya satu aplikasi yang bernama Azana Traveller. Sebuah aplikasi yang akan memudahkan bagi customer tidak saja untuk memesan hotel secara online  tapi juga mendapatkan service lainnya seperti : service untuk mendapatkan fasilitas destinasi di sekiar hotel tempat menginap, hingga melakukan perjalanan kuliner di lokasi-lokasi yang sudah di tentukan dalam aplikasi atau sesuai dengan pilihan costumer.

Konsep produk yang memadukan beberapa komponen ini memang bisa menguntungkan dua belah pihak. Di satu sisi customer terbantu untuk membuat sebuah plan perjalanan tanpa harus menggunakan jasa konsultan pariwisata. Sedangkan bagi pihak hotelnya sendiri, mereka akan mendapatkan keuntungan karena customer  tidak saja di berikan pilihan penginapan tapi juga service  tambahan lainnya yang masih berkaitan dengan dunia perhotelan.

Itulah kondisi terkini dari bisnis di sektor perhotelan pada masa Era Industri 4.0. Dimana konsep promosi yang semula masih bersifat konvensional saat ini berubah drastis dengan hadirnya apa yang biasa di sebut sebagaia digital marketing. Sebuah konsekuensi logis yang mesti di jalankan oleh pelaku industri perhotelan agar perubahan  yang terjadi begitu cepatnya tidak menjadi bumerang bagi kinerja bisnisnya. Tapi justru menjadi supporting menarik untuk bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki team  sales dan  marketingnya.

Leave a Reply