Ranu Manduro : Objek Wisata Terbaru di Mojokerto Berpotensi Besar Pemasukan Daerah

Genbisnis.com, Mojokerto – Tempat wisata Ranu Manduro Mojokerto memiliki daya tarik tersendiri. Banyak orang menyebutnya sebagai Ranu Kumbolo khas Mojokerto. Pun begitu, orang-orang juga menamainya sebagai telaga perawan. Mungkin karena areanya yang masih asri. Lokasi ini tidak sesuai untuk anak-anak. Tapi cocok untuk liburan usia remaja dan dewasa. Keindahan alamnya sangat bagus. Anda perlu segera menjadikannya salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi.

via Google Maps @ idris 313

Asal-usul

Perlu Anda tahu bahwa tempat ini bukanlah objek wisata resmi. Riwayatnya menyebutkan lokasi ini dulunya adalah bekas tambang pasir dan batu. Akibat sumber dayanya yang mulai habis, penambang pun meninggalkannya. Ada juga rumor yang mengatakan tambangnya belum ada izin resmi (ilegal) sehingga ditutup paksa pemerintah.

Lama-lama bekas galian yang berbentuk cekung tergenang air hujan dan menjadi telaga. Wal hasil, orang sekitar menggunakannya sebagai tempat ngaso dan pemancingan.

Ranu di desa Manduro viral akibat “ulah” seorang fotografer yang sedang mancing mengambil gambar pemandangan waduk yang begitu indah. Pemandangannya masih liar dan hijau. Apalagi banyak batu-batu besar yang menyembul tersebar di tengah-tengah telaga dengan pemandangan gunung penanggungan di belakangnya.

Baca Juga :  Israel Ciptakan Masker Yang Bisa di Cas dan Ampuh Bunuh Virus Covid-19

Sebelum menerbitkan foto-fotonya di sosmed, fotografer tersebut pun sempat berjanji kepada warga sekitar untuk tidak menyebutkan lokasi persisnya. Sayangnya, banyak netizen lain yang sudah tahu sebelumnya, tetap berkomentar dengan mengatakan lokasinya ada di mana.

Lokasi Ranu Manduro

Alamatnya terletak di desa Manduro MG (Manggung Gajah), tetangganya Desa Krikilan. Lokasi persisnya di peta Google adalah Mandurono, Manduro MG, Kec. Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Google Maps sudah menandainya dengan tepat menggunakan nama Ranu Manduro, Ngoro.

Cara menuju ke sana dapat melewati rute yang dapat Anda pilih berikut ini:

  • Dari Kota Mojokerto jaraknya sekitar 32 km (48 menit) ke arah timur.
  • Kalau dari Kota Surabaya sekitar 50 km (1 jam 4 menit) ke arah selatan (Gempol Pasuruan) tanpa melewati kota mojokerto.
  • Sedangkan dari Kota Malang, kurang lebih 64 km (1 jam) ke arah utara.

Danau Ranu Manduro

Saat musim hujan dan terisi air, telaganya sangat indah. Anda dapat mengambil foto dengan sudut yang tepat. Seperti sambil duduk di atas batu-batuan membelakangi gunung. Ataupun berdiri menerawang jauh ke arah pegunungan.

Baca Juga :  Ini Komentar Airlangga Terkait Turunya Suku Bunga BI
Via Intagram, #ExploreIndonesia
Vvia Instagram,#tentangmojokerto

Tiket masuk Ranu Manduro Ngoro-Mojokerto

Sampai saat ini, tempat ini masih berstatus bekas lahan penambangan. Belum berubah menjadi tempat wisata alam yang resmi di kelola pemerintah setempat. Jadi belum ada penarikan karcis tiket masuk.

Anda hanya perlu membayar biaya parkir dengan harga Rp 5.000,-.

Juga, dengan alasan area bekas tambang, Ranu Manduro di rumorkan ditutup untuk umum. Sudah ada banyak pagar di sekeliling area.

Jangan berkecil hati. Walaupun rumornya di tutup, masih banyak pelancong yang datang. Sekedar untuk gowes bareng bisa. Atau mengintip rupa Telaga Manduro juga oke. Seandainya benar-benar di tutup, Anda dapat menuju kawasan wisata Mojokerto lainnya seperti Sandi Adventure Pacet. Tempat foto-foto di perbukitan yang menawarkan pemandangan 3 gunung sekaligus yaitu Arjuno, Welirang, Penanggungan.

Sumber.

One Reply to “Ranu Manduro : Objek Wisata Terbaru di Mojokerto Berpotensi Besar Pemasukan Daerah”

Leave a Reply