Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 4 November 2020

JAKARTA — Dua sentimen utama diperkirakan menjadi penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (4/11/2020).

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,87 persen ke level 5.159,452 pada akhir sesi Selasa (3/11/2020). Sektor saham aneka industri dengan kenaikan 1,79 persen dan sektor saham konsumer 1,11 persen menjadi penopang laju indeks.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan IHSG ditutup menguat seiring penguatan bursa saham secara global. Sentimen yang memengaruhi menurutnya hasil survei pemilu presiden Amerika Serikat (AS) terkait statistik keunggulan Joe Bidden atas Donald Trump.

Untuk sesi perdagangan Rabu (4/11/2020), Dennies memprediksi IHSG menguat. Pergerakan menurutnya masih didorong sentimen pemilu di AS.

“Hasil survei menunjukkan Joe Biden unggul atas Donald Trump. Hal ini dinilai baik bagi perekonomian Amerika Serikat kedepannya,” ujarnya dalam riset harian yang dikutip, Rabu (4/11/2020).

Baca Juga :  Restoran Dan Kafe Di Jakarta Buka Lagi Senin Depan

Sementara itu, Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengungkapkan investor domestik mendominasi transaksi perdagangan sesi Selasa (3/11/2020). Menurutnya, kondisi itu mencerminkan optimisme investor terhadap omnibus law cipta kerja yang telah disahkan.

Seperti diketahui, Rancangan Undang Undang Cipta Kerja atau omnibus cipta kerjatelah resmi menjadi Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020.

Undang Undang itu diteken Presiden Joko Widodo pada 2 November 2020 dan mulai berlaku efektif pada Selasa (3/11/2020).

Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengungkapkan setelah pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) berlalu, investor juga akan mencermati pertemuan Federal Reserve atau The Fed pada Kamis (5/11/2020) waktu setempat. Agenda itu digelar sebelum rilis data pekerjaan AS periode Oktober 2020.

Baca Juga :  Wajib Tahu! Inilah 7 Cara Belanja Aman di Supermarket di Tengah Wabah Corona

Lanjar menjelaskan bahwa secara teknikal indeks harga saham gabungan break out resistance moving average 200 hari dengan konfirmasi pola pennant pattern. Pihaknya menyebut ada sinyal lanjutan tren penguatan dengan target pole dari pennant pattern hingga resistance 5.300.

(ZQ)

Leave a Reply