Resesi dan Digitalisasi Bisnis

Genbisnis, Makassar – Kabar Resesi yang muncul akibat adanya pandemi covid-19 sudah terdengar jauh hari. Para pebisnis sebagian besar juga sudah mempersiapkan diri akan datangnya resesi ke Indonesia, menyusul beberapa negara yang sudah lebih dulu mengumumkan resesi.

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengumumkan Indonesia mengalami resesi akibat pandemi Covid-19.

Hal ini menjadi tantangan besar dalam dunia bisnis dalam konteks pemasaran.

Perilaku pasar tiba-tiba berubah, namun ada satu hal yang positif, adopsi platform digital justru mengalami percepatan.

Pelaku usaha seolah ‘dipaksa’ belajar lebih cepat sekaligus memanfaatkan teknologi sehingga bisnis yang sedang dijalankan menjadi lebih efektif dan efisien.

Pelaku usaha dalam keterbatasannya saat pandemi, berbondong-bondong memanfaatkan kampanye digital untuk memasarkan produk serta layanan mereka.

Baca Juga :  5 Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa

Kampanye digital tidak bisa lagi dipandang sekadar iklan yang lalu lalang di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau bahkan ditawarkan melalui mesin pencari Google.

“Kampanye digital itu harus dilihat dari empat komponen utama yakni platform atau media, pengalaman pelanggan, pesan yang disampaikan, dan data pendukung. Inilah wawasan yang akan dibagikan dalam acara unboxing digital kami,” CEO dari PT Doxadigital Indonesia, Viktor Iwan, Jumat (25/9/2020) dalam rilisnya.

Menurutnya, marketing secara digital jika tidak dilakukan dengan benar, maka dampaknya pun tidak akan sesuai dengan harapan.

Viktor menjelaskan, Acara ini berkerja sama dengan SEMrush salah satu platform digital marketing terbaik yang sudah dikenal secara global sejak 2008.

Baca Juga :  MayDay: Buruh Demo Virtual

SEMrush melihat penduduk Indonesia pada 2020 sebagai pasar yang menarik karena mereka adalah pengguna internet yang cukup tinggi.

Leave a Reply