Rupiah Mendekati 14.000 Lagi

GenBisnis, JAKARTA – Mata uang Rupiah berpotensi melanjutkan koreksi pada awal pekan depan seiring dengan tekanan dari sentimen global.

Mata uang rupiah diprediksi masih cenderung tertekan pada perdagangan Selasa (25/2/2020) seiring dengan tekanan dari sentimen global.

Kemarin, Senin (24/2/2020) nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 112 poin atau 0,81 persen ke level Rp13.872 per dolar AS pada akhir perdagangan.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,3 poin atau 0,3 persen ke level 99,562 pada pukul 15.53 WIB.

Mata uang Asia kompak tidak berdaya melawan kuatnya dolar AS, bertahan di zona merah pada perdagangan Senin (24/2/2020) seiring dengan penyebaran virus corona di luar China yang semakin parah.

Baca Juga :  Rupiah Terlempar, Sempat Lebih Dari Rp 16.000 /USD

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 16.52 WIB won memimpin pelemahan dengan bergerak turun 0,89 persen, diikuti oleh ringgit yang terkoreksi 0,82 persen, dan rupiah yang melemah 0,807 persen.

Selain itu, sepanjang tahun berjalan 2020 juga tidak ada satupun mata uang Asia yang memiliki kinerja impresif. Seluruh mata uang Asia bergerak di zona merah secara year to date.

Kinerja terburuk dipimpin oleh baht yang melemah 6,31 persen, dilanjuti oleh won yang turun 5,26 persen, dan dolar Singapura yang terkoreksi 4,02 persen.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menyampaikan rupiah pada hari ini kemungkinan masih akan melemah. Dampak ekonomi dari penyebaran corona masih menjadi sorotan utama.

Baca Juga :  Positif COVID-19 Tenaga Medis dari Klaster Asrama Haji

Di sisi lain, pasar menantikan komentar pejabat Federal Reserve pada pekan ini mengenai dampak virus dan arah kebijakan ekonomi Paman Sam.

Sumber.

Leave a Reply