Rupiah Pantang Mundur, Terus Uji ke Bawah Rp14.000

Genbisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah diyakini masih akan melanjutkan tren positifnya pada perdagangan Rabu (11/10/2020) seiring dengan dolar AS yang cenderung masih terkoreksi.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa pada awal perdagangan kali ini rupiah diprediksi dibuka fluktuatif, setelah ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya.

“Namun, rupiah akan melanjutkan tren positifnya dengan ditutup menguat sebesar 5 hingga 30 poin di level Rp14.027 hingga Rp14.080 per dolar AS,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu (11/10/2020).

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 11 November

Adapun, pada penutupan perdagangan Selasa (9/11/2020) rupiah parkir di level Rp14.057,5 per dolar AS, menguat tipis 0,05 persen atau 7,5 poin.

Baca Juga :  Google Akan Blokir Iklan Tertentu Bisnis Seperti lowongan pekerjaan, perumahan, dan kredit

Ibrahim menjelaskan bahwa penguatan rupiah didukung oleh prospek kehadiran vaksin Covid-19 yang dapat tersedia dalam waktu dekat. Hal ini dinilai dapat meningkatkan optimisme atas pemulihan ekonomi global.

Untuk diketahui, Pfizer Inc mengatakan pada hari Senin bahwa kandidat vaksinnya, yang sedang dikembangkan dalam kemitraan dengan BioNTech Jerman, lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah Covid-19. Klaim tersebut didasarkan pada data dari 94 orang pertama yang terinfeksi virus dalam uji klinis skala besar Pfizer.

Baca Juga : Kasus Maybank, Fraud Perbankan, dan Literasi Keuangan

Sementara itu, Ibrahim menilai proses peralihan kekuasaan dari Presiden Donald Trump kepada calon penggantinya Joe Biden tampaknya tidak akan terlalu mulus. Hal tersebut lantaran Trump belum mengakui kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS.

Baca Juga :  5 Tren Bisnis The New Normal

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak cenderung melemah di kisaran 92,749.

(ZQ) sumber.

Leave a Reply