Saat Ini Posisi Sri Mulyani Sangat Sulit Karena Twin Deficit

GenBisnis, Jakarta – Banyak sekali faktor yang menyebabkan Indonesia mengalami apa yang disebut “twin deficit“. Defisit di APBN dan juga defisit di Transaksi Berjalan. Mau tidak mau Indonesia harus menambalnya dengan hutang. Bertumpuk Dollar dibutuhkan untuk bisa menutup twin deficit ini hingga bisa membuat nilai Rupiah bisa stabil sepenuhnya.

Tiongkok memainkan peranan sentral dalam globalisasi. Bagi banyak negara, Tiongkok adalah mitra dagang dan investasi utama. Salah satu negara itu adalah Indonesia.

Lihatlah ketika aktivitas Tiongkok shut down akibat virus covid-19, permintaan produk-produk Indonesia juga ikut menurun drastis. Kala ekspor Tiongkok turun, kinerja ekspor secara keseluruhan pasti terganggu mengingat besarnya peranan Tiongkok.

Menilik kajian Bank Dunia, setiap penurunan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok sebesar 1 poin persentase, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terpangkas 0,3 poin persentase. Sayangnya, ekonomi Tiongkok dipastikan melambat akibat virus corona.

Baca Juga :  Indonesia Jadi Negara Maju, Apa Dampaknya? Berikut Tanggapan Sri Mulyani

Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, bahwa kondisi ini yang pada akhirnya membuat pemerintah mengobral berbagai stimulus untuk memberikan dorongan lebih bagi perekonomian.

Pemerintah seperti sedang merapatkan barisan dan sudah mengumumkan rencana stimulus fiskal berupa subsidi avtur agar harga tiket pesawat turun, pembebasan pajak hotel, dan restoran, tambahan anggaran bantuan sosial, penambahan rumah subsidi dan menambah anggaran subsidi uang muka.

Menkeu harus bergerak cepat dengan menyiapkan kebijakan strategis untuk menggenjot ekonomi dalam negeri.

“Pasal 21 sudah kita siapkan, keputusan scope, dan lamanya. Pasal 25 juga disiapkan. Serta pasal 22 bea masuk pajak impor juga disiapkan,” kata Sri Mulyani.

Dari dalam negeri, tantangan pun datang bertubi-tubi. Awal tahun 2020 ini misalnya, mestinya iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus naik.

Baca Juga :  Sri Mulyani Jelaskan Masuknya klaster perpajakan ke UU Cipta Kerja

Tahun ini, defisit BPJS Kesehatan diperkirakan sebesar Rp 39,5 triliun, lebih parah jika dibandingkan tahun lalu yaitu Rp 32,8 triliun.

Sungguh berat tugas Sri Mulyani. Oleh karena itu, koleganya sesama menteri dan pimpinan lembaga negara harus membantu meringankan tugasnya. Dengan cara merealisasikan anggaran secara tepat waktu, sasaran dan jumlah.

Sumber.

One Reply to “Saat Ini Posisi Sri Mulyani Sangat Sulit Karena Twin Deficit”

Leave a Reply