Saham BBCA dan BBRI Diborong Investor Asing, IHSG Lanjut Reli

Genbinis, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Jumat (20/11/2020).

Pada menit awal perdagangan, IHSG dibuka pada level 5.616,61 atau naik 0,40 persen dibandingkan penutupan pada Kamis kemarin.

IHSG terus melanjutkan penguatannya beberapa menit ke depan dan terpantau berada di posisi 5.622,55 atau naik 0,43 persen. Sebanyak 206 saham menguat, 46 melemah dan 161 stagnan dengan kapitalisasi pasar Rp6.550,64 triliun.

Saham sektor perbankan menjadi sasaran beli investor asing pada pagi ini. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan net foreign buy terbesar sejauh ini senilai Rp4,7 miliar. menyusul dibelakangnya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai beli bersih Rp4,4 miliar

Selanjutnya, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan net foreign buy masing-masing senilai Rp1,6 miliar dan Rp193,6 juta.

Baca Juga :  Imbas Corona, Ramayana Depok Tutup Permanen dan PHK 87 Karyawan

Sementara itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) menjadi saham yang paling banyak dijual investor asing. ASII mencatatkan net foreign sell sebanyak Rp14,7 miliar hingga pukul 09.06 WIB.

Menyusul dibelakngnya adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan net foreign sell sebesar Rp8,9 miliar dan Rp8,8 miliar.

Kendati berhasil menutup pergerakannya di zona hijau pada perdagangan sebelumnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Jumat (20/11/2020).

Tercatat, perdagangan Kamis (19/11/2020) IHSG berhasil ditutup menguat 36,54 poin atau 0,66 persen di level 5594.06, ditopang oleh sektor properti yang naik 2,34 persen dan sektor barang konsumsi yang naik 1,22 persen.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan IHSG ditutup menguat meskipun mayoritas bursa Asia mencatat pelemahan. Hal tersebut didorong optimisme ekonomi kuartal IV/2020 yang membaik serta sikap Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga.

Baca Juga :  Peningkatan Cadangan Devisa Diperkirakan Terbatas, Ini Penyebabnya

Kendati demikian, Dennies memperkirakan indeks komposit tak bakal melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini. Dia menuturkan, secara analisis teknikal saat ini pergerakan masih dalam trend bullish yang cukup kuat namun perlu diwaspadai adanya aksi profit taking dalam jangka pendek.

“Investor masih perlu memikirkan kenaikan kasus Covid-19 di berbagai negara serta mencerna dampak keputusan suku bunga Bank Indonesia dan Bank of China,” tulisnya dalam riset harian, seperti yang dikutip Bisnis, Jumat (20/11/2020).

Adapun, IHSG diprediksi bakal bergerak pada level resistance 5.634—5.614 serta level support 5.557—5.520.

(DO) sumber.

Leave a Reply