Saham BUMN Meledak Berkat Vaksin, IHSG Pesta Pora

Genbisnis-JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 5.900 setelah mencetak kenaikan 2 persen pada perdagangan hari ini, Senin (7/12/2020). Penguatan indeks dipimpin oleh saham badan usaha milik negara (BUMN) yang meledak berkat sentimen kedatangan pertama vaksin buatan China.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 120,28 poin atau 2,07 persen ke level 5.930,75. Sepanjang perdagangan IHSG mantap melaju di jalur hijau dengan rentang 5.854,30 hingga 5.941,35.

Total perdagangan saham mencapai 25,84 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp17,32 triliun. Investor asing mencatat torehan net buy senilai Rp359,45 miliar. Secara kumulatif dalam sepekan terakhir, IHSG sudah naik 5,67 persen dan mengurangi koreksi secara year to date menjadi tinggal -5,85 persen.Saham BUMN menjadi penopang penguatan indeks hari ini. Berdasarkan bobot terhadap IHSG, saham PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memimpin penguatan masing-masing 2,03 persen dan 2,33 persen.Selain itu, penguatan indeks juga ditopang kenaikan gila-gilaan saham PT Kimia Farma Tbk. dan PT Indofarma Tbk. saham KAEF naik 24,79 persen ke level 4.430 sedangkan saham INAF menguat 24,78 persen ke posisi 4.230.

Baca Juga :  Uang Winda Raib Rp22 Miliar, Maybank Siap Ganti Rp16,8 Miliar. Ini Alasannya

Secara umum, sebanyak 364 saham menguat, 126 saham melemah, dan 215 saham stagnan dibandingkan dengan posisi penutupan terakhir. Adapun seluruh sektor saham menguat dengan penguatan tertinggi dicetak sektor industri dasar sebesar 3,72 persen. Sebagaimana diketahui, saham KAEF melonjak seiring kabar kedatangan vaksin semalam. Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 buatan Sinovac tersebut dibawa dari Beijing, Republik Rakyat China dengan menggunakan pesawat charter dari maskapai Garuda Indonesia.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menyatakan vaksin yang telah tiba di Indonesia adalah vaksin bantuan pemerintah.

Adapun selanjutnya vaksin yang akan datang ditujukan untuk program vaksin mandiri. Distribusi dan pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan sesudah mendapatkan izin BPOM dan MUI.

“Rencananya [sisa vaksin] Akan tiba di bulan Januari tahun depan,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Senin (7/12/2020)

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan penguatan IHSG yang cukup signifikan didorong oleh adanya euforia terkait kedatangan 1,2 juta vaksin Covid-19 buatan Sinovac, dari China ke Indonesia pada Minggu (6/12/2020) malam.

Baca Juga :  Bertemu Jokowi, CEO Microsoft Ingin Investasi Data Center di Indonesia

Di sisi lain, rilis data cadangan devisa RI per November 2020 sebesar US$133,6 miliar, yang mana angka ini adalah relatif sama dibandingkan periode Oktober 2020 sebesar US$ 133,7 miliar, masih disikapi positif oleh para pelaku pasar.

“Hal ini mengingat bahwasannya bagi perspektif BI, adapun cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tutur Nafan.

Sementara itu, Nafan menyebut sentimen global yang dinilai turut berpengaruh adalah yang berkaitan dengan membaiknya kinerja data-data US nonfarm payroll terutama dari data US average hourly earnings maupun data US unemployment rate.

(ZQ) sumber.

Leave a Reply